Pertemuan Tahunan, BI Sultra Kukuhkan 17 Tim Digitalisasi Daerah

Kendari – Sebanyak 17 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TPPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) dikukuhkan oleh Bank Indonesia (BI) Sultra pada hari pertemuan tahunan Bank Indonesia, di Ballroom Hotel Claro Kendari, Rabu (24/11/2021).
Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Taufik Ariesta menyebutkan, 17 TPPD tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota, di antaranya Kabupaten Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Bombana, Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, Buton Utara, Muna, Muna Barat, Wakatobi, Kota Baubau, dan juga Kota Kendari.
“17 Kabupaten/Kota di Sultra menjadi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah,” katanya.

Dia juga mengatakan, kegiatan peringatan hari pertemuan Bank Indonesia merupakan kegiatan yang bertujuan untuk melihat bagaimana evaluasi transaksi keuangan pada tahun sebelumnya.
“Kita melihat bagaimana ke depan serta arah-arah kebijakan yang akan dilakukan Bank Indonesia, bersinergi dengan otoritas terkait seperti apa nantinya,” ujarnya.
Taufik optimis pada tahun 2022 perekonomian di Indonesia khususnya di Sultra akan lebih baik lagi, bahkan melebihi rata-rata nasional. Namun untuk meraih hal itu ada syarat yang perlu dilakukan, yakni berhubungan dengan kesehatan, mulai dari penerapan prokes, hingga pada akhirnya penyebaran Covid-19 dapat diredakan dan membuat pertumbuhan ekonomi membaik.
“Tentu kalau berbicara tentang pemulihan ekonomi di masa pandemi saat ini, kita perlu juga melihat aspek kesehatan, untuk itu saya meminta kepada semua pihak untuk tetap mematuhi prokes sehingga penyebaran Covid-19 dapat terkendali dan pemulihan ekonomi menjadi lebih baik ke depan,” imbuhnya.
Selain itu, ke depan BI Sultra akan meluncurkan BI Fast yang bertujuan untuk mempercepat proses transaksi secara online.
“Ke depan transaksi keuangan bisa dilakukan dengan cepat melalui BI Fast, jadi transaksi pakai BI Fast dapat menggunakan itu dalam 24 jam setiap harinya. Ada juga QRIS untuk mempermudah transaksi,” pungkasnya.






