Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Pesan Religius untuk Warga Kendari: Jangan Bandingkan Ujian Hidup dengan Orang Lain

0
0
Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal, saat memberikan pesan religius untuk warga Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal mengingatkan masyarakat Kota Kendari untuk tidak mudah berputus asa dalam menghadapi ujian hidup, apalagi sampai memilih jalan pintas yang keliru seperti mengakhiri hidup. Pesan ini ia sampaikan pada Jumat (15/8/2025) di tengah maraknya fenomena aksi nekat melompat dari Jembatan Teluk Kendari yang belakangan sering terjadi.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya dilarang dalam ajaran agama, tetapi juga menutup kesempatan seseorang untuk meraih hikmah dan kebaikan di balik ujian.

“Jangan berpikir bahwa cobaan kita adalah yang paling berat. Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuannya. Semua punya cobaan masing-masing, dan semua itu akan ada akhirnya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ujian bukanlah sesuatu yang abadi. Sebagaimana kesenangan dunia juga akan berakhir, begitu pula kesedihan akan berganti dengan kebahagiaan jika dihadapi dengan sabar. Untuk itu, ia mengajak warga Kendari memperkuat iman sebagai modal utama menjalani hidup.

“Ada dua hal penting yang harus kita lakukan. Pertama, perbanyak doa. Kedua, tinggalkan kemaksiatan. Karena dosa hanya akan membuat hati gelap dan memperberat ujian yang kita jalani,” pesannya.

Ustaz Abduh mengingatkan, putus asa terhadap rahmat Allah adalah larangan keras. Justru di saat sulit, manusia harus makin mendekat kepada-Nya. Pesan ini juga dirasakan oleh Ayi, warga Kendari yang hadir dalam tausiah tersebut. Ia mengaku termotivasi untuk tetap tegar.

“Saya jadi lebih yakin bahwa tidak ada ujian yang sia-sia. Kita mungkin tidak bisa mengatur ujian yang datang, tetapi kita bisa mengatur sikap kita dalam menghadapinya,” jelasnya.

Melalui nasihat ini, Ustaz Abduh berharap masyarakat menyadari bahwa setiap ujian adalah tanda kasih sayang Allah. Maka, jangan biarkan putus asa menutup pintu harapan.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: