PLN Suplai Listrik 100 MVA untuk Smelter Nikel di Kolaka

Kolaka – PT PLN (Persero) akan memasok listrik dengan daya sebesar 100 Mega Volt Ampere (MVA) untuk salah satu perusahaan smelter nikel, PT Akar Mas Smelter Indonesia yang terletak di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani pihak PT PLN dan PT Akar Mas Smelter Indonesia.
Selain menyuplai PT Akar Mas Smelter Indonesia, PLN juga bakal memasok listrik dengan daya 160 MVA bagi smelter nikel CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd. yang terletak di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penandatanganan nota kesepahaman antara PLN dan CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd. pun bersamaan dengan PT Akar Mas Smelter Indonesia.
“Nantinya PT Akar Mas Smelter Indonesia dan CNGR Hong Kong Material Science & Technology Co., Ltd siap beroperasi di tahun 2024. PLN berkomitmen siap memasok listrik tepat waktu sesuai jadwal yang disepakati,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara (Sumapana) PT PLN, Adi Priyanto melalui keterangan tertulisnya, Minggu (21/8).
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UIW Sulselrabar) Awaluddin Hafid mengatakan, suplai listrik tersebut untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di sektor industri. Pihaknya pun berkomitmen memasok listrik tepat waktu sesuai waktu operasi PT Akar Mas Smelter Indonesia di tahun 2024.
“Penandatanganan ini merupakan bentuk kepercayaan dari pelanggan yang telah sepenuhnya menyerahkan urusan listrik kepada PLN dan kami terus berkomitmen untuk menjaga kepercayaan dengan baik,” kata Adi.
Direktur Utama PT Akar Mas Smelter Indonesia, Muh. Ichsan Sahabudin, berterima kasih atas dukungan PLN. Dengan bantuan 100 MVA, pihaknya dapat mengurangi rancangan anggaran belanja (RAB), sebab pembangunan pembangkit listrik sendiri akan memakan biaya yang sangat besar.
“Dukungan PLN ini sangat berarti untuk mengurangi RAB (Rancangan Anggaran Belanja) kami. Seharusnya kami membangun pembangkit sendiri dan kami tahu betapa besar biayanya untuk itu. Sehingga kami sangat bersyukur PLN bisa menyuplai industri yang membutuhkan pembangkit,” ujar Ichsan.





