Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

PLTU di Konsel Manfaatkan Limbah Batu Bara Jadi Produk Bernilai Ekonomis

0
0
CSR and External Relation PT DSSP Power Kendari, Risal Akbar, mempresentasikan pemanfaatan limbah batu bara bernilai ekonomis. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (9/10/2024).

KendariPT DSSP Power Kendari menjadikan limbah batu bara yang dihasilkan bernilai ekonomis. Limbah itu disebut fly ash dan ash (FABA) atau buangan hasil pembakaran batu bara yang menjadi bahan baku utama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai lini bisnis perusahaan.

CSR and External Relation PT DSSP Power Kendari, Risal Akbar, mempresentasikan pengolahan limbah FABA yang mereka lakukan selama perusahaan berdiri pada Rapat Koordinasi Tata Lingkungan Regional Sultra 2024, Rabu (9/10/2024).

Pada kesempatan itu, Risal menjelaskan tentang dampak limbah FABA yang cukup memengaruhi lingkungan hidup. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, perusahaan memanfaatkan teknologi untuk mengolah limbah FABA.

FABA terbagi atas fly ash atau debu hasil pembakaran batu bara yang massanya lebih ringan daripada udara, sehingga bisa berterbangan dan mencemari udara. Sementara bottom ash adalah limbah hasil pembakaran batu bara yang massanya lebih berat daripada udara sehingga menjadi debu.

Fly ash kami tangkap dengan menggunakan mesin berteknologi. Jadi limbah ini tidak langsung tercemar ke udara, begitupun dengan bottom ash. Nantinya limbah FABA ini kami olah dan cetak menjadi berbagai produk,” jelasnya.

Produk-produk yang dihasilkan seperti paving block, batako, concrete brick, precast, hingga soil stabilization. Produk tersebut kemudian dimanfaatkan perusahaan untuk corporate social responsibility (CSR). CSR yang dimaksud adalah pembagian produk hasil pengolahan FABA untuk pembangunan fasilitas umum, seperti areal parkir puskesmas, kantor polisi, hingga areal luar masjid di sekitar kawasan perusahaan.

“Berbagai produk ini tidak begitu saja kami salurkan dalam program CSR. Kami juga sudah melakukan berbagai macam uji, seperti tekanan hingga zat racun yang bisa saja terkandung di dalamnya. Berdasarkan uji yang kami lakukan dengan pihak eksternal, semuanya layak untuk dipakai,” lanjutnya.

Selain disalurkan menjadi bagian pembangunan fasilitas publik, DSSP Power Kendari juga memanfaatkan produk dari limbah FABA yang dibuat menjadi apartemen ikan.

“Hasilnya kami sudah bisa lihat. Kebetulan lokasi apartemen ikan yang kami buat itu berada di sekitar pesisir perusahaan kami di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Saat ini sudah ada beberapa spesies ikan kembali ke pesisir yang sebelumnya sudah pergi akibat aktivitas bom ikan,” tutupnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: