Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Polisi Bangun 3 Sumur Bor Atasi Krisis Air Warga Tongkuno, Muna

Polisi Bangun 3 Sumur Bor Atasi Krisis Air Warga Tongkuno, Muna
Aiptu Ahmad Syamsul, personel Polsek Tongkuno bersama warga di salah satu titik sumur bor di Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

Muna – Aiptu Ahmad Syamsul, personel Polsek Tongkuno membangun sumur bor di tiga titik di wilayah Kecamatan Tongkuno dan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Aksi itu dilakukan untuk membantu warga yang selama ini mengalami krisis air bersih.

Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharuddin, mengatakan pembangunan sumur bor murni inisiatif pribadi Ahmad Syamsul. Ia mengungkapkan seluruh biaya pembangunan sumur berasal dari dana pribadi, baik dari tabungan maupun hasil pinjaman melalui bank.

“Beliau bergerak atas dasar kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan air bersih, khususnya di daerah-daerah secara geografis sulit dijangkau sumber air. Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, bukan hanya dalam hal keamanan, tetapi juga kemanusiaan,” kata Baharuddin kepada Kendariinfo, Rabu (30/7/2025).

Upaya pembangunan sumur bor pertama dilakukan pada 2020 di Dusun Labora, Desa Oempu, Kecamatan Tongkuno. Wilayah dengan 60 kepala keluarga itu sejak awal tidak memiliki sumber air bersih. Kondisi tanah berbatu membuat pengeboran berlangsung selama enam bulan hingga mencapai kedalaman 143 meter. Air dari sumur itu kini dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian warga setempat.

Sumur bor kedua dibangun pada tahun 2022 di lingkungan Masjid Darul Falah, Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan. Sumur gali sebelumnya tak layak digunakan, karena tercemar limbah permukiman. Dalam waktu dua minggu, sumur bor sedalam 52 meter berhasil diselesaikan dan kini digunakan untuk keperluan ibadah serta kebutuhan harian warga sekitar masjid.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual Anak di Mubar

Lokasi ketiga berada di Kelurahan Lawama, Kecamatan Tongkuno, dan dibangun pada April 2025, bertepatan bulan Ramadan. Sumber air masjid setempat tercemar limbah domestik dan dikeluhkan jamaah. Pengeboran berlangsung selama tiga minggu hingga akhirnya menghasilkan air bersih, kini dimanfaatkan untuk keperluan ibadah dan rumah tangga warga sekitar.

“Langkah seperti ini sepatutnya menjadi inspirasi, tidak hanya bagi anggota kepolisian, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Kita bisa bekerja sama mencari solusi atas persoalan-persoalan mendasar seperti air bersih,” ujarnya. 

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten