Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Prabowo Programkan 100 Titik Gudang Bulog, Sultra Dapat 5 Tersebar di Beberapa Kabupaten

0
0
Kepala Kanwil Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (17/12/2025).

Kendari – Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memprogramkan pembangunan 100 titik Gudang Bulog di seluruh Indonesia. Dari program nasional tersebut, Sulawesi Tenggara (Sultra) memperoleh jatah lima titik gudang yang telah ditetapkan secara final. Lima titik tersebut tersebar di beberapa kabupaten yang ada di Sultra.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Sultra, Benhur Ngkaimi, mengatakan lima lokasi Gudang Bulog di Sultra terdiri atas daerah yang belum memiliki fasilitas pergudangan maupun wilayah yang membutuhkan penambahan kapasitas.

“Dari 100 titik Gudang Bulog yang diprogramkan Presiden, di Sultra sudah final lima lokasi,” kata Benhur saat diwawancarai awak media, Rabu (17/12/2025).

Benhur menjelaskan, tiga lokasi pembangunan gudang baru berada di Konawe Utara, Buton Tengah, dan Muna Barat, yang selama ini belum memiliki gudang maupun fasilitas Kantor Bulog.

Sementara itu, dua titik lainnya berada di Konawe dan Kolaka Timur, yang saat ini telah memiliki Gudang Bulog, namun kapasitas penyimpanannya dinilai masih terbatas sehingga perlu pengembangan.

Menurut Benhur, penetapan lima lokasi tersebut sudah melalui proses finalisasi. Saat ini, Bulog Sultra tengah melengkapi tahapan administrasi sebelum pembangunan fisik dapat dilaksanakan.

Ia menambahkan, dalam proses pembangunan Gudang Bulog, pihak Bulog tidak diperkenankan melakukan investasi pembebasan lahan. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta menyiapkan lahan melalui skema hibah.

Benhur merinci, kebutuhan luas lahan bergantung pada jenis fasilitas yang akan dibangun. Jika hanya gudang penyimpanan, lahan minimal yang dibutuhkan sekitar 1 hektare. Namun, apabila dilengkapi fasilitas penunjang, maka dibutuhkan lahan yang lebih luas.

“Untuk fasilitas lengkap seperti gudang, dryer, silo, dan Modern Rice Milling Plant (MRP), luas lahan minimal sekitar 3 hektare. Beberapa daerah bahkan menyiapkan lahan hingga 4 hektare,” jelasnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: