Pria asal Mubar Kena Tembak Senapan Angin di Buton Tengah
Buton Tengah – Pria bernama Muh. Faujan Rahan Jamtel (22), warga Desa Pajala, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra), terkena tembakan senapan angin. Fauzan ditembak saat berada di Desa Bantea, Kecamatan GU, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Minggu (8/2/2026).
Kasi Humas Polres Buteng, Iptu Thamrin, mengatakan Faujan terkena tembakan dalam perjalanan pulang dari acara joget di Desa Matombura, Kecamatan Bone, Kabupaten Muna. Tembakan mengenai paha kanan Fauzan.
“Fauzan terkena tembakan senapan angin di bagian paha kanan. Fauzan baru sadar ketika sudah berada di Desa Lakapera dan langsung diantarkan ke rumahnya,” kata Thamrin, melalui keterangan resminya, Sabtu (14/2).
Thamrin menyebut Fauzan memang sempat terlibat keributan di acara joget. Awalnya Fauzan bersama sejumlah rekannya mendapat ajakan menghadiri acara joget di Desa Matombura, Kecamatan Bone. Setibanya di acara, Fauzan ikut berjoget bersama teman-temanya.
“Sekitar 02.30 Wita, korban terlibat keributan di lokasi joget. Rekannya kemudian masuk untuk melerai hingga situasi berhasil dipisahkan,” ujarnya.
Setelah keadaan mereda, Fauzan bersama teman-temannya memutuskan meninggalkan lokasi dan kembali ke Kecamatan Gu. Dalam perjalanan pulang, rombongan Fauzan berpapasan dengan pengendara lain yang melaju ugal-ugalan sambil menggeber-geber gas motornya.
“Terpancing emosi, rombongan Fauzan lalu mengejar sepeda motor tersebut,” jelas Thamrin.
Motor yang dikejar berhenti di Desa Bantea. Di lokasi itu terdapat beberapa orang yang dan pelaku penembakan. Saat rombongan Fauzan tiba, kelompok itu melarikan diri. Namun, Fauzan sempat melihat seseorang memegang senapan angin.
Menyadari adanya ancaman, rombongan Fauzan berusaha meninggalkan lokasi. Namun, ketika Fauzan hendak menaiki sepeda motor untuk melanjutkan perjalanan, terdengar letusan tembakan yang mengenai dirinya.
Kakak Fauzan, Kurniawan Rahan Jamtel, lantas melapor ke Polres Buteng atas penembakan adiknya. Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan. Thamrin menyebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.
“Informasi dari kanit reskrim sudah tiga orang saksi diperiksa,” pungkasnya.
