Pria di Butur Hilang Usai Diduga Lompat dari Perahu, Pencarian Hari Kedua Nihil

Buton Utara – Seorang pria bernama Kardin (37) yang hilang usai diduga melompat dari perahu di sekitar Perairan Ereke, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), belum ditemukan hingga pencarian hari kedua, Senin (23/3/2026).
Kardin dilaporkan menghilang pada Minggu (22/3). Berdasarkan keterangan resmi Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, pada Sabtu (21/3) sekira pukul 05.30 Wita, Kardin diketahui bertolak dari Desa Banu-Banua, Kecamatan Kulisusu menuju Desa Tanah Merah, Kecamatan Bonegunu.
Keterangan istri korban, Sipriana Sari, ia menerima telepon dari Laroni (sepupu korban) yang mengabarkan bahwa korban melompat dari perahu ketika dalam perjalanan menuju Desa Banu-Banua Jaya. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti korban melakukan aksi tersebut.
Dilaporkan bahwa dalam perjalanan menuju Desa Tanah Merah korban sempat berteduh dan istirahat di salah satu pondok di Teluk Kulisusu karena hujan deras dan angin kencang. Saat itu perahu korban hilang dan hanyut terlepas dari ikatannya, korban sempat berenang mengejar kemudian menepi di hutan bakau.
Ketika ada perahu lain yang lewat mengarah ke Desa Tanah Merah, korban meminta tolong untuk numpang dan ikut bersama perahu tersebut.
Korban sempat dikabarkan sampai dengan selamat di Desa Tanah Merah sekira 17.00 Wita, dan tengah berada di rumah sepupunya bernama Laroni.
Namun, sekira pukul 18.30, korban dilaporkan hilang saat perjalanan kembali ke Desa Banu-Banua. Ia dikabarkan melompat dari perahu.
Dalam upaya melakukan pencarian, sejumlah instansi terlibat langsung dalam operasi Search and Rescue (SAR), mulai dari KPP Kendari, Polair, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Babinsa, Pos SAR Wakatobi, serta Syahbandar Kelautan dan Perikanan.
Selama dua hari berturut-turut, pencarian yang dilakukan mulai pukul 07.00 Wita hingga 17.00 Wita itu belum menemukan titik terang. Pencarian akan dilanjutkan pada hari ketiga, Selasa (24/3).
Kepala KKP Kendari, Amiruddin, menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi dan rencana lanjutan untuk memaksimalkan proses pencarian berikutnya.
“Malam ini, Senin (23/3) akan dilakukan evaluasi dan rencana operasi hari ketiga besok, termasuk penentuan area mana saja yang akan disisir serta titik-titik kemungkinan keberadaan korban dengan menghitung kecepatan arus dan arah angin,” ungkap Amiruddin melalui keterangan resminya.
Ia menegaskan upaya pencarian dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, dengan batas waktu pencarian yang ditetapkan selama tujuh hari.
“Sesuai SOP kami, pencarian akan dilaksanakan selama tujuh hari,” pungkasnya.





