Pria di Mubar Kena Tikam saat Acara Lulo, Pelaku dalam Pengejaran Polisi

Muna Barat – Pria berinisial A (18), warga Pulo Balu, Desa Santiri, Kecamatan Tiworo Utara, Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban penikaman saat acara Lulo. A ditikam di sebuah tempat gelap di saat acara Lulo di Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara, Kamis (28/7/2022) malam.
Kapolsek Tiworo Tengah, Iptu Rahmat Basuki, mengatakan korban mengalami luka tusukan benda tajam pada bagian pinggang sebelah kanan. Akibat penikaman itu, korban terpaksa dilarikan ke RSUD Kabupaten Mubar untuk menjalani perawatan medis, sementara pelaku masih dalam pengejaran.
“Korban masih sementara di rumah sakit. Korban mengalami tusukan benda tajam, hanya kita tidak tahu apakah itu pisau atau apa,” kata Rahmat kepada Kendariinfo, Jumat (29/7).
Rahmat menyebut, acara Lulo digelar oleh salah satu keluarga korban. A yang tinggal di Pulo Balu lalu menyeberang ke Desa Tondasi untuk menghadiri acara tersebut. Meski begitu, Rahmat belum dapat menjelaskan secara rinci kronologi dan motif penikaman karena korban yang masih berada di rumah sakit belum bisa memberi keterangan.
“Kejadiannya tempat yang gelap, agak jauh dengan tempat acara. Kita belum pastikan motifnya, kecuali kalau korban sudah memberi keterangan,” jelasnya.
Menurut Rahmat, acara Lulo tersebut tidak mengantongi izin keramaian dari pihak kepolisian setempat. Dia mengungkapkan, polisi memang sengaja tidak memberi izin keramaian untuk menghindari kejadian serupa. Hal itu pun telah diberlakukan sejak lama di wilayah tersebut.
“Acara tersebut tanpa sepengetahuan kita, tidak ada izin keramaiannnya. Memang kalau di sini kalau ada warga yang minta izin, kita tidak berikan. Kita sudah sampaikan memang, karena begininya,” pungkasnya.





