Pria di Sultra Dilaporkan ke Polisi, Diduga Gelapkan Dana Seminar Rp400 Juta

Kendari — Seorang pria berinisial MS dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) atas dugaan penipuan, Senin (24/2/2025). Laporan tersebut diajukan oleh Agung Sriwijaya, yang mengeklaim mengalami kerugian hingga Rp400 juta akibat kejadian itu.
Kata Agung, awalnya ia bersama sejumlah rekannya termasuk terlapor terlibat dalam penyelenggaraan Seminar Nasional dan Pelatihan Public Speaking di salah satu hotel di Kota Kendari. Acara tersebut menghadirkan Sherly Annavita Rahmi, seorang konten kreator YouTube sebagai pemateri utama.
Namun, dalam prosesnya, diduga terjadi tindakan penipuan yang akhirnya merugikan pihaknya.
“Alhamdulillah, untuk prosesi semua kegiatan (seminar) ini berjalan lancar dan aman,” kata Agung, Senin (3/3).
Hanya saja, lanjut Agung, tindakan tak terpuji dilakukan oleh MS yang merupakan event organizer (EO) kegiatan tersebut. MS diduga menggelapkan dana ratusan juta dari anggaran tiket peserta, termasuk dana operasional lainnya.
“Harga tiket itu bervariasi, Rp120 ribu, Rp200 ribu, dan Rp300 ribu. Penjualan kepada peserta yang ditargetkan ke dia (terlapor) ada 2 ribu peserta. Tapi uangnya tidak masuk ke kami. Diduga disalahgunakan, totalnya sekitar Rp400 jutaan,” jelasnya.
Padahal, terlapor mendapatkan gaji tersendiri dari event tersebut. Bahkan, ungkap Agung, dirinya selalu memfasilitasi terlapor untuk bertemu para sponsor sambil melakukan presentasi terkait kegiatan yang akan dilakukan, di antaranya Toyota Kendari, MRM Kendari, BNI dan Bank Mandiri.
“Terduga pelaku ini mengaku sudah ketemu. Katanya, ada bantuan dana dari mereka, tapi harus ada ‘pelicin’ untuk yang uruskan itu pencairan. Makanya saya kirimkan lagi uang untuk dia,” bebernya.
Belakangan diketahui, terlapor tidak pernah bertemu dan presentasi dengan para sponsor. Terlapor memutus semua jalur komunikasi dengan penyelenggara kegiatan, termasuk Agung.
“Intinya, itu pelaku blokir semua nomor teman-teman. Makanya kami laporkan di Polda Sultra,” ungkapnya.
Agung berharap, polisi bisa meringkus pelaku. Apalagi, banyak informasi yang dirinya terima bahwa terlapor mantan napi dan sedang dicari-cari oleh korban lainnya
“Pelaku melancarkan aksinya dengan cara memasang foto wajah orang lain seolah-olah lulusan kampus ternama. Ternyata modus saja. Banyak korbannya, kasus penipuan juga,” tutupnya.





