Pria Kendari Ditemukan Tewas Menghitam dan Keluarkan Bau Tak Sedap, Ini Hasil Autopsinya

Kendari – Seorang pria paruh baya berinisial ED (55) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidur rumahnya di Jalan Lasolo, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (20/12/2025) siang. Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, IM (55), setelah mencium bau tak sedap dari dalam kamar.
Saat dilakukan pengecekan, IM mendapati tubuh suaminya sudah dalam kondisi menghitam, membengkak, dan mengeluarkan aroma menyengat.
Korban ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur. Saat itu, korban mengenakan celana pendek warna biru putih dan baju berwarna hitam.
Berdasarkan keterangan IM, sebelum ditemukan meninggal, suaminya tidak pernah mengeluhkan sakit maupun memiliki riwayat penyakit bawaan. Pada Jumat (19/12) malam, IM sempat berbaring di samping korban sebelum kemudian berpindah ke kamar lain. Alasan IM berpindah kamar karena ED mengeluarkan darah dari hidung.
Kapolsek Kemaraya, Iptu Busran, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Pihak kepolisian menerima laporan warga dan langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban ke RS Bhayangkara Kendari.
“Jenazah langsung kami evakuasi ke RS Bhayangkara Kendari untuk dilakukan autopsi,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media, Minggu (21/12).
Setelah dilakukan pemeriksaan medis, pihak kepolisian kemudian mengungkap hasil autopsi terhadap jenazah ED. Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil autopsi terdapat tanda-tanda mati lemas, adanya pengapuran pada pembuluh darah jantung, tampak berwarna lebih pucat dari sekitar dan teraba sedikit keras. Tidak terdapat tanda-tanda keracunan dan tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil autopsi tersebut, waktu meninggal dunia korban diperkirakan sekitar 24 hingga 72 jam sebelum dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.





