Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Produksi Sampah di Kendari 243 Ton per Hari

Produksi Sampah di Kendari 243 Ton per Hari
Salah satu titik tempat pembuangan sampah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo.

Kendari – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari mengungkapkan produksi sampah di Ibu Kota Sulawesi Tenggara (Sultra) itu telah mencapai 243 ton per hari. Sampah yang dihasilkan berasal dari berbagai sumber, termasuk rumah tangga, pasar, hingga tempat usaha.

Angka tersebut menunjukkan betapa besar volume sampah yang harus dikelola setiap harinya di Kota Kendari. Jumlah sampah sekaligus menunjukkan Kendari terus berkembang, baik dari segi jumlah penduduk maupun aktivitas ekonomi.

Produksi sampah pun menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sampah yang dihasilkan tidak hanya berjumlah banyak, tetapi bervariasi jenisnya. Mulai dari sampah organik hingga anorganik.

Pengelolaan sampah diperlukan untuk memastikan tidak ada pencemaran lingkungan yang merugikan masyarakat maupun ekosistem sekitar. Untuk menangani volume sampah cukup besar, Kota Kendari hanya memiliki 160 petugas kebersihan setiap hari.

Mereka tersebar di berbagai lokasi di Kota Kendari, dengan total tempat pembuangan sampah sementara (TPS) sebanyak 937 titik. Meskipun sudah banyak petugas dan TPS di sejumlah lokasi, jumlah tersebut dinilai masih belum memadai untuk menangani volume sampah yang terus meningkat.

Kepala DLHK Kota Kendari, Paminuddin, mengungkapkan armada dan petugas saat ini masih belum cukup untuk melayani kebutuhan pengelolaan sampah yang terus berkembang.

“Jumlah petugas kalau dibilang masih kurang, ya, masih. Terutama jika melihat angka produksi sampah yang mencapai 243 ton per hari,” katanya, Selasa (7/1/2025).

Baca Juga:  Pemkot Kendari Bersihkan APK yang Masih Terpasang saat Masa Tenang Pemilu 2024

Peningkatan jumlah armada dan petugas sangat diperlukan untuk mempercepat proses pengangkutan dan pembuangan sampah.

“Kalau nantinya ditambah armada pengangkut sampahnya, berarti ditambah juga personelnya,” lanjutnya.

Paminuddin berharap dukungan masyarakat dalam pengelolaan sampah, termasuk kesadaran untuk memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan begitu, sampah yang dihasilkan dapat lebih mudah diproses dan didaur ulang, sehingga tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Masyarakat harus lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan terlibat aktif dalam pengelolaan sampah,” pungkasnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten