Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Protes Dugaan Korupsi Eks Plt. Kades Guali, Mahasiswa Bentrok dengan Satpol PP Mubar

1
0
Pengunjuk rasa saling dorong dengan personel satuan polisi (satpol) pamong praja (PP) di depan gerbang Kantor Bupati Muna Barat (Mubar). Foto: La Ode Muhamad Aslam/Kendariinfo. (11/8/2025).

Muna Barat – Aksi demonstrasi Serikat Mahasiswa Guali menuntut pengungkapan dugaan korupsi proyek rehabilitasi sumur yang dilakukan eks Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Desa Guali, Juiyati, berakhir bentrok. Bentrokan dengan personel satuan polisi (satpol) pamong praja (PP) terjadi ketika massa berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Muna Barat (Mubar), Senin (11/8/2025).

Koordinator aksi, Raja Saputra, mengatakan demonstrasi awalnya berjalan tertib. Mereka menyampaikan beberapa tuntutan, termasuk memberi kritik terhadap lemahnya peran Inspektorat Mubar, karena tidak merekomendasikan dugaan penggelapan Juiyati ke aparat penegak hukum. Di mana Juiyati diduga menggelapkan Rp86 juta untuk rehabilitasi sumur di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Mubar, Sulawesi Tenggara (Sultra), tahun 2024 lalu.

Namun, situasi memanas ketika salah satu personel satpol PP menendang keranda mayat yang dibawa pengunjuk rasa. Sementara personel satpol PP lainnya menarik kabel mikrofon orator hingga putus. Hal itu memicu adu mulut dan dorong-dorongan antara massa dan satpol PP.

“Kami mengecam tindakan anggota satpol PP yang menendang keranda dan menarik mikrofon orator hingga terputus. Keranda itu kami bawa sebagai bentuk kekecewaan, karena Inspektorat Mubar diduga membekingi mantan Plt. Kades Guali,” kata Raja kepada Kendariinfo, Senin (11/8).

Ketika bentrokan mereda, personel satpol PP meminta surat izin dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Namun, Raja menyebut surat pemberitahuan telah disampaikan ke pihak kepolisian.

“Kami hanya ingin bertemu Bupati La Ode Darwin untuk menyampaikan aspirasi. Namun, mereka tetap bersikeras mempersoalkan izin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Mubar, Liber, mengaku belum menerima laporan terkait keributan tersebut. Ia berjanji akan mencari tahu duduk perkaranya.

“Nanti saya cari tahu dulu. Saya tadi tidak di lokasi, karena ada rapat di DPRD,” singkatnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: