Psikolog Kendari: Kenali Penyebab, Ciri dan Tips Kendalikan Depresi

Kendari – Percobaan bunuh diri yang terjadi di Jembatan Teluk Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menjadi sorotan publik. Dalam enam bulan terakhir ada lima kejadian percobaan bunuh diri di lokasi itu.
Rata-rata penyebab dari percobaan bunuh diri itu karena depresi. Fenomena ini tak hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi alarm keras atas kondisi kesehatan mental masyarakat, khususnya generasi muda.
Psikolog dan Founder Tabularasa Consulting, Andi Rizky Amelia menjelaskan, depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai.
Rizky menyebut, ada beberapa faktor-faktor yang menyebabkan depresi. Pertama, riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami depresi, risiko seseorang juga akan mengalami depresi lebih tinggi.
Kedua, trauma masa lalu. Mengalami peristiwa traumatis seperti kekerasan atau kehilangan orang yang dicintai dapat meningkatkan risiko depresi.
“Ketiga, peristiwa hidup yang penuh tekanan. Stres kronis, masalah keuangan, masalah hubungan, atau perubahan besar dalam hidup dapat menjadi pemicu depresi,” kata Rizky kepada Kendariinfo, Senin (2/6/2025).
Jelasnya, ciri-ciri seorang mengalami depresi pun bisa diketahui. Pertama, menarik diri dari keluarga, teman, dan lingkungan. Kedua, membenci diri sendiri. Ketiga, adanya perubahan fisik dan perubahan suasana hati, seperti marah yang tidak terkendali, tidur lebih lama atau punya masalah tidur, serta kehilangan minat pada aktivitas yang biasa dilakukan.
Ciri keempat, menunjukkan perilaku merusak dan menyakiti diri sendiri. Kelima, mengucapkan kalimat perpisahan. Terakhir, berbicara tentang keinginan untuk mengakhiri hidup ataupun yang berkaitan dengan bunuh diri.
Beberapa solusi agar seseorang bisa mengendalikan dan mengatasi depresi. Katanya, solusi untuk mengatasi depresi bisa dilakukan dengan dua langkah jitu, yakni secara mandiri dan bantuan profesional.
Mengatasi Depresi Secara Mandiri
Seseorang bisa melakukan beberapa cara. Pertama, mengelola stres dan kecemasan. Artinya, orang yang depresi harus membicarakan masalah yang dialami dengan orang yang dipercaya.
“Mengungkapkan perasaan dan masalah dapat membantu mengurangi beban dan meningkatkan rasa dukungan,” jelasnya.
Kedua, menjaga hubungan baik dengan orang sekitar. Artinya, interaksi sosial dapat membantu mengurangi isolasi dan meningkatkan rasa memiliki.
Ketiga, melakukan kegiatan yang menyenangkan, seperti menjalani hobi atau melakukan kegiatan yang dapat membantu mengalihkan perhatian dari perasaan negatif dan meningkatkan suasana hati.
Keempat, latihan berpikir positif. Seseorang dapat mencari hal-hal baik dalam kehidupan, fokus pada hal-hal positif, dan bersyukur atas apa yang dimiliki. Itu semua dapat membantu meningkatkan rasa optimis dan mengurangi perasaan sedih.
Terakhir, mengubah pola pikir negatif. Langkah ini perlu dilakukan agar seseorang dapat melatih diri, mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif dan realistis.
Mengatasi Depresi dengan Bantuan Profesional
Rizky menyebut, depresi dapat dicegah dengan bantuan orang-orang yang profesional, seperti konsultasi dengan psikolog, lakukan psikoterapi, dan konseling.
Seseorang yang melakukan terapi kognitif perilaku, dapat membantu memahami dan mengubah pola pikir dan perilaku yang memicu depresi.
“Konseling juga dapat memberikan dukungan emosional dan membantu anda menemukan solusi untuk masalah yang anda hadapi,” pungkasnya.





