Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

PT EKU Diduga Serobot Lahan Warga, Seorang Nenek di Konut Minta Keadilan

PT EKU Diduga Serobot Lahan Warga, Seorang Nenek di Konut Minta Keadilan
Nenek Ati saat berada di lokasi pertambangan milik PT EKU sambil mengeluarkan amarah karena diduga lahannya diserobot. Foto: Istimewa. (10/2/2023).

Konawe Utara – Beredar video seorang nenek dengan nada tinggi mengeluarkan amarah dan meminta keadilan akibat lahan miliknya diduga diserobot oleh PT Elit Kharisma Utama (EKU) yang terletak di Desa Morombo Pantai, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Jumat (10/2/2023) pagi.

Dalam video yang berdurasi 2 menit 50 detik itu tampak nenek tersebut memegang sebuah sertifikat tanah, lalu mengatakan bahwa ia berulang kali turun ke lokasi pertambangan menanyakan perihal lahan yang telah diserobot oleh PT EKU. Bahkan ia juga mendatangi kantor milik PT EKU tetapi tidak mendapati titik terang dari pihak perusahaan.

“Apa gunanya lambang garuda ini, tidak ada solusinya. Lahan saya diubrak-abrik, tidak ada yang peduli,” kesalnya sambil memegang sertifikat.

Berdasarkan video tersebut, Kendariinfo mencoba mencari tahu siapa nenek yang berada di rekaman itu. Akhirnya didapati bahwa nenek tersebut bernama Ati (59), warga Desa Morombo Pantai, Kecamatan Langgikika, Konut.

Ati melalui cucunya Aini (20) saat dikonfirmasi Kendariinfo mengaku lahan neneknya diserobot karena PT EKU melakukan penambangan tanpa seizin pemilik lahan.

“Padahal itu lahan bersertifikat dan sudah beberapa kali nenek saya dia datangi perusahaan tersebut tapi tidak ada tanggapan,” ujar Aini, Sabtu (11/2).

Aini mengatakan perusaahan tersebut telah menyerobot lahan milik neneknya seluas 1 hektare. Dia menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah turun ke lokasi saat mengetahui kejadian tersebut.

Baca Juga:  Penetapan Tersangka Dirut PT GAN Janggal, Penyidik Polda Sultra Bakal Diadukan ke Mabes Polri

“1 hektare itu lahan yang sudah digarap, dan dari polsek sudah mendatangi PT EKU, saya belum tahu bagaimana kelanjutannya,” beber Aini.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Wiwirano, Ipda Enos Kadang mengaku ia bersama personelnya telah mendatangi PT EKU. Usai bertemu, pihak perusahaan berjanji akan menemui pemilik lahan yakni Ati dan pemilik lahan lainnya Minggu (12/2) besok.

“PT EKU memang mengakui, bahwa ada lahan yang belum dibebaskan, dan akan mengadakan pertemuan dengan pemilik lahan, rencananya besok,” jelas Enos kepada Kendariinfo.

Hingga berita ini terbit, Kendariinfo masih berupaya untuk mengonfirmasi ke pihak PT EKU.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten