Puluhan Jemaah Umrah asal Kendari Terlantar di Madinah, Wali Kota Turun Tangan
Kendari – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menemui puluhan jemaah umrah asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terlantar di Madinah, Arab Saudi. Kehadirannya menjadi titik balik bagi rombongan yang sebelumnya menghadapi serangkaian kendala sejak keberangkatan dari Indonesia.
Para jemaah tersebut diberangkatkan oleh PT Travelina Indonesia Cabang Kendari. Namun, perjalanan yang semula dijanjikan berlangsung lancar justru diwarnai ketidakpastian.
Salah seorang jemaah, Feri Fadli, menuturkan rombongan berangkat dari Kota Kendari menuju Jakarta pada Selasa (10/2/2026). Setibanya di Jakarta, mereka tidak dapat langsung melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi karena visa belum terbit. Para jemaah terpaksa menunggu beberapa hari tanpa kepastian jadwal keberangkatan.
Pada Jumat (13/2), kloter pertama yang berjumlah 30 orang akhirnya diberangkatkan ke Jeddah dan sempat transit selama enam jam di Doha. Mereka tiba di Jeddah pada Sabtu (14/2). Namun, persoalan belum berakhir.
Di Jeddah, para jemaah mengaku kesulitan memperoleh konsumsi dan tidak mendapatkan penjelasan memadai dari pihak travel. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, mereka menggunakan dana pribadi. Kondisi makin sulit ketika rombongan melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Setibanya di Madinah, hotel yang dijanjikan belum tersedia. Puluhan jemaah, termasuk yang lanjut usia (lansia), harus menunggu dalam keadaan lelah dan kebingungan. Upaya menghubungi pihak travel disebut tidak membuahkan hasil.
“Owner Travelina sudah tidak bisa dihubungi,” ungkap Feri, Minggu (15/2).
Dalam situasi tersebut, salah seorang jemaah berinisiatif menghubungi Wali Kota Kendari, Siska Karin Imran yang saat itu juga berada di Madinah untuk menunaikan ibadah umrah. Siska kemudian mendatangi rombongan untuk memastikan kondisi mereka.
Menurut keterangan jemaah, wali kota membantu mencarikan penginapan agar mereka dapat beristirahat dengan layak. Ia juga mengajak para jemaah makan bersama guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.
“Terima kasih Ibu Wali Kota Kendari sudah mau menjenguk dan memberikan kami solusi. Kami bisa tenang sekarang dan insyaallah segera melakukan umrah,” tutur Feri.
Feri menjelaskan paket umrah yang mereka beli berdurasi 12 hari dengan fasilitas tiket pulang pergi, visa, hotel, serta konsumsi. Namun, sejumlah layanan itu tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
“Yang dijanjikan tidak sesuai. Kami merasa tertipu. Akomodasi, penginapan, bahkan makanan kami urus sendiri,” tegasnya.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Kendari. Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polresta Kendari menyatakan aduan telah diterima dan sedang diproses.
“Informasi dan aduannya sudah kami terima, akan segera kami tindaklanjuti,” ujar Kanit Tipiter Satreskrim Polresta Kendari, Ipda Ariel Mogens Ginting.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Travelina Indonesia Cabang Kendari belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut.
