Puncak DBD di Kendari Diprediksi Bakal Terjadi Bulan Mei 2022

Kendari – Puncak Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) diprediksi bakal terjadi pada bulan Mei 2022 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Samsul Bahri menyusul perkiraan musim penghujan akan berlangsung di bulan tersebut.
“Karena puncak-puncaknya kasus itu diperkirakan akan terjadi pada bulan Mei, karena pada bulan itu akan terjadi musim penghujan di Kota Kendari,” katanya, Rabu (23/2).
Dia menyebut, dibandingkan jumlah kasus setahun lalu dengan yang terjadi hingga Februari tahun ini belum terlihat peningkatan signifikan.
“Belum terlihat perbandingan peningkatan kasus DBD, sampai bulan Februari ini belum ada peningkatan. Tapi waktu kan ini masih akan berjalan hingga 10 bulan ke depan,” ujarnya.
Jumlah kasus sepanjang Januari hingga Februari 2022 baru terjadi sebanyak 38 kasus dengan tanpa laporan kematian.
“Kalau demam berdarah sampai hari ini. Januari 29 kasus, sedangkan hingga tanggal 23 Februari ini kasus demam berdarah yang masuk baru 9 kasus,” ungkapnya.
Kendati belum terjadi peningkatan kasus, Samsul terus meminta agar masyarakat terus melaksanakan pola hidup sehat dengan terus melakukan gerakan 3 M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur sampah.
“Yah terus lakukan 3 M. Kami pun terus melaksanakan fogging nyamuk pagi dan sore kalau ada laporan masyarakat. Saat ini kita dahulukan fogging di daerah yang sudah ada laporan kasusnya,” sambungnya.
Samsul juga menambahkan, Kota Kendari itu merupakan daerah endemi untuk penyebaran kasus yang diakibatkan oleh nyamuk jenis aedes aegypti.
“Daerah endemi itu artinya dalam satu tahun itu pasti akan muncul kasus, kalau sudah terjadi peningkatan dua kali lipat dari kasus yang ada, itu namanya sudah KLB. Saat ini DBD juga rawan menyerang anak-anak, karena sistem kekebalan tubuh anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Maka dari itu tetap berperilaku hidup sehat,” pungkasnya.





