Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Ratusan Warga Binaan dan Petugas Lapas Kendari Jalani Tes Urine Deteksi Dini Narkoba

0
0
Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Kendari saat menjalani tes urine deteksi dini narkoba. Foto: Kendariinfo. (6/4/2026).

Kendari – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan tes urine secara acak terhadap warga binaan dan petugas pada Senin (6/4/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak bersama seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) se-Sultra dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kendari, Andi Fahriadi, mengatakan pemeriksaan di Lapas Kendari menyasar 200 orang yang terdiri dari 50 pegawai dan 150 warga binaan.

Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Kendari saat menjalani tes urine deteksi dini narkoba. Foto: Kendariinfo. (6/4/2026).

“Kegiatan bersih-bersih pemasyarakatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Terkhusus di Lapas Kendari, kami melakukan tes urine terhadap 50 orang pegawai dan 150 warga binaan,” kata Andi Fahriadi saat ditemui wartawan, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, pemilihan warga binaan dilakukan secara acak dengan fokus pada narapidana yang tengah menjalani hukuman terkait kasus narkotika.

“Alhamdulillah, hasil dari tes urine tersebut menunjukkan seluruhnya negatif. Ini merupakan komitmen nyata kami dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memastikan Lapas Kelas IIA Kendari benar-benar bersih dari narkoba, baik dari sisi peredaran maupun penyalahgunaan oleh oknum petugas maupun warga binaan.

Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Kendari saat menjalani tes urine deteksi dini narkoba. Foto: Kendariinfo. (6/4/2026).

Sementara itu, Konselor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, Asnon, mengapresiasi sinergi antara lapas dan BNN dalam upaya pencegahan narkoba.

“Kami sebagai mitra proaktif mendukung langkah lapas. Dari hasil pengecekan terhadap 150 orang tadi, tidak ditemukan hasil yang positif. Ini sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa lapas identik dengan peredaran narkoba,” ucap Asnon.

Ia juga menilai fasilitas yang dimiliki Lapas Kendari sudah memadai, termasuk alat tes urine dengan 10 parameter yang mampu memberikan hasil cepat dan akurat.

“Alat yang digunakan lapas sangat baik, mampu membaca 10 parameter jenis zat terlarang secara instan dan cepat. Kami sangat mendukung keterbukaan dan langkah deteksi dini seperti ini,” tutupnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: