Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Regsosek 2022 Dimulai Oktober Mendatang, Ali Mazi Harapkan Kerja Sama Masyarakat

Regsosek 2022 Dimulai Oktober Mendatang, Ali Mazi Harapkan Kerja Sama Masyarakat
Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Registrasi Sosial Ekonomi 2022 oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi. Foto: Istimewa.

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyukseskan Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang akan dilaksanakan pada 15 Oktober 2022 mendatang.

Kerja sama yang dimaksud yakni, masyarakat dengan terbuka menerima kedatangan para petugas Regsosek dari BPS dan bersedia untuk dilakukan pendataan.

“Saya harapkan seluruh lapisan masyarakat agar dapat menerima kedatangan para petugas Regsosek di rumah masing-masing dan bersedia didata,” ucap Ali Mazi saat membuka acara Rapat Koodinasi Daerah (Rakorda) Regsosek BPS Sultra di salah satu hotel di Kendari, Selasa (13/9/2022).

Menurutnya, Regsosek adalah basis data yang harus dioptimalkan pemanfaatannya pada setiap perencanaan serta implementasi program pembangunan.

Orang nomor satu di Sultra itu juga menambahkan, Regsosek adalah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan satu data kependudukan.

“Oleh karena itu, berbagai instansi pemerintah harus bekerja sama untuk saling berbagi, memanfaatkan, dan menghubungkan Regsosek dengan basis data di masing-masing institusi,” tambahnya.

Untuk diketahui, Regsosek merupakan pendataan seluruh Indonesia yang mencakup profil serta kondisi ekonomi, sosial, dan tingkat masyarakat yang sangat beragam.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS Sultra, Agnes Widiastuti menuturkan, Regsosek akan dilaksanakan selama satu bulan yakni, 15 Oktober – 14 November 2022.

Agnes mengungkapkan, Regsosek dilakukan sebagai upaya program pemerintah dalam mewujudkan satu data Indonesia.

Baca Juga:  Peringatan Hakordia di Kendari, Ali Mazi Komitmen Berantas Korupsi

“Ini upaya kami dalam membantu program satu data. Nanti yang ditanyakan kepada masyarakat soal pendidikannya, kepemilikan aset, jumlah anak, pekerjaan, alamat dan lainnya,” ungkap Agnes.

Dia menegaskan agar masyarakat memberikan datang yang yang tepat dan benar kepada petugas BPS yang datang untuk melakukan pendataan nantinya. Sebab, Regsosek bermanfaat untuk menyediakan data sosial ekonomi rumah tangga yang akan digunakan sebagai bahan evaluasi pembangunan.

“Jangan tolak petugas kami dan berikan informasi apa adanya, jangan beri data yang tak benar. Karena masyarakat rugi jika tidak terdata,” tegas Agnes.

ADVERTISEMENT
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten