Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Konawe

Remaja di Konawe Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Depresi

0
0
Jenazah pria berinisial RZ di Kabupaten Konawe yang tewas tergantung saat dimasukkan ke mobil ambulans untuk diserahkan ke pihak keluarga. Foto: Istimewa. (17/10/2025).

Konawe – Seorang remaja berinisial RZ (18) ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (17/10/2025) pagi. Korban diduga mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi akibat masalah keluarga.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pamannya, Sultan (49), sekitar pukul 08.00 Wita. Saat hendak membangunkan korban di kamar lantai dua, Sultan terkejut melihat keponakannya sudah dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon warna biru, dengan kursi plastik berwarna cokelat di bawahnya.

“Saya naik ke atas untuk membangunkan dia, tetapi pintu kamar tertutup. Setelah saya buka, saya lihat dia sudah tergantung. Saya langsung potong talinya dan menurunkan korban bersama anak saya,” kata Sultan saat memberikan keterangan ke polisi.

Keterangan serupa disampaikan Riski (21), anak dari Sultan yang juga saksi kejadian. Ia sempat beraktivitas bersama korban pada malam hari. Menurutnya, korban terlihat murung dan sempat memutar lagu galau sebelum kejadian tragis itu.

“Saya sempat tanya kenapa dia diam saja, tetapi tidak dijawab. Setelah itu dia naik ke atas, saya tidur di bawah. Saya dengar ada suara papan jatuh, tetapi saya kira bukan apa-apa. Pagi-pagi saya baru tahu setelah bapak berteriak,” ujar Riski.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Taufik Hidayat mengatakan personel Polsek Unaaha dan Reskrim Polres Konawe yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil visum luar di RSUD Konawe, korban dinyatakan meninggal dunia dengan tanda-tanda jeratan di leher akibat tali, tanpa ditemukan bekas kekerasan lain di tubuhnya.

Ia mengatakan hasil penyelidikan awal, korban diduga mengalami tekanan mental setelah dimarahi oleh tantenya karena sering pulang larut malam, ditambah kondisi orang tuanya yang telah berpisah.

“Dugaan sementara korban depresi karena masalah keluarga,” ungkap Taufik saat dikonfirmasi Kendariinfo.

Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di tempat tinggalnya di Kelurahan Ambekairi. Polisi menyatakan kasus ini murni dugaan bunuh diri dan tidak ditemukan tanda kekerasan lain.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah,” ungkapnya.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: