Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kolaka

Rumah Hangus Terbakar Tersisa Baju di Badan, Ibu dan Anak di Kolaka Hanya Bisa Menangis

Rumah Hangus Terbakar Tersisa Baju di Badan, Ibu dan Anak di Kolaka Hanya Bisa Menangis
Petugas Damkar Kabupaten Kolaka memadamkan api yang menghanguskan rumah warga di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Watuliandu. Foto: Istimewa. (6/9/3022).

Kolaka – Sebuah rumah di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Watuliandu, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) hangus terbakar Selasa (6/9/2022). Melihat kondisi rumahnya, ibu dan anak yang menjadi korban kebakaran hanya bisa menangis.

Salah seorang tetangga korban, Andri Wong, mengatakan ibu dan anak yang menangis itu masing-masing bernama Besse dan Nia. Keduanya menangis karena seluruh barang dan bangunan rumah mereka habis dilalap api. Bahkan pakaian korban tersisa baju di badan.

“Ibunya Besse dan anaknya bernama Nia. Ini rumahnya sudah 80 persen terbakar, barang-barang habis, sisa baju di badan,” kata Andri kepada Kendariinfo.

Ibu dan anak menangis setelah melihat rumahnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Watuliandu, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) hangus terbakar.
Ibu dan anak menangis setelah melihat rumahnya di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Watuliandu, Kecamatan Kolaka, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) hangus terbakar. Foto: Istimewa. (6/9/2022).

Awalnya Andri melihat kepulan asap di rumah korban sekitar pukul 12.00 WITA. Waktu itu, dia hendak ke masjid untuk melaksanakan ibadah salat zuhur. Namun, setelah melihat kepulan asap, Andri serta warga yang lain langsung berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

“Jam 12 saya mau ke masjid. Pas saya lihat itu, apinya besar, sudah mau merembet ke rumah sebelah. Jadi saya arahkan warga untuk menyiram agar api tidak merembet ke rumah-rumah yang lain,” jelasnya.

Dia menjelaskan, rumah itu dihuni empat kepala keluarga termasuk Besse dan Nia. Menurut Andri, api bersumber dari bagian rumah paling belakang lalu merembet ke depan. Bagian tersebut berbahan papan dasar papan dan menyebabkan api merembet dengan cepat. Waktu melihat kebakaran, Andri langsung membawa Besse yang sudah berusia 60 tahun ke rumahnya.

Baca Juga:  Mutasi Kepala PN Kendari, I Nyoman Wiguna Kini Bertugas di Bali

“Di dalam rumah itu, ada orang tua, satu orang tua. Itu saya amankan dulu di rumahku. Rumahnya memanjang ke belakang, tapi bersatu. Jadi yang habis itu bagian paling belakang, karena bahannya masih papan. Di situ memang pusatnya api,” jelasnya.

Sekitar 30 menit warga mencoba memadamkan api, petugas dari Dinas Damkar Kabupaten Kolaka tiba di lokasi dengan menurunkan empat unit mobil pemadam sekaligus. Sekitar 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas.

“Pemadaman apinya sekitar satu jam. Warga membantu memadamkan api itu sekitar setengah jam, habis itu tiba pemadam Kebakaran,” ujar Andri.

Menurut Andri, korban mengaku saat itu sedang tidak memasak. Sementara dari pengakuan Ani, salah satu instalasi listrik dalam rumahnya memang bermasalah.

“Menurut pengakuannya (korban), dia tidak memasak. Tapi anaknya memang mengaku, instalasi listrik di situ agak paralel. Jadi itu kemungkinan besar yang menyebabkan kebakaran,” ungkapnya.

Editor
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten