Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Sagu dan Budaya Tolaki Diangkat Jadi Instalasi Seni di Kali Kadia Kendari

Sagu dan Budaya Tolaki Diangkat Jadi Instalasi Seni di Kali Kadia Kendari
Pameran Instalasi Sagu Natura Kultura di Kali Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (6/8/2025).

Kendari – Sagu sebagai identitas budaya masyarakat suku Tolaki dihidupkan kembali melalui pameran seni instalasi bertajuk “Sagu Natura Kultura” di pelataran Kali Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada 1 – 17 Agustus 2025. Pameran tidak hanya menampilkan karya seni rupa, tetapi juga menjadi medium kampanye budaya dan lingkungan berbasis kearifan lokal.

Produser Pameran Instalasi Sagu Natura Kultura, Ashari Amrullah, menyampaikan kegiatan dirancang sebagai ruang kolektif untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai alam dan budaya kepada generasi muda, khususnya masyarakat perkotaan yang makin jauh dari akar tradisi.

“Ada kesadaran kolektif yang ingin dibangun. Lewat karya seni, kita ingin mendorong regenerasi pengetahuan tentang alam dan kebudayaan, sekaligus memancing kolaborasi antarpekerja seni lintas bidang,” ujar Ashari, Rabu (6/8/2025).

Dalam rangkaian acara, masyarakat dapat menyaksikan pertunjukan musik gambus khas Sultra, berpartisipasi pada sesi drawing bersama pelajar, serta mengikuti forum dialog dan apresiasi komunitas.

Instalasi utama dibuat tiga seniman perupa, yakni Najamuddin, perancangan sketsa dan memperdalam konsep gagasan; Asmar, pembuat visualisasi tiga dimensi dan gambar kerja; serta Iky, yang mengeksekusi instalasi bersama lima relawan.

Sementara Mustafa Romansyah dari Konawe mengisi pertunjukan musik gambus. Total ada sembilan orang dalam tim kreatif yang terlibat aktif dalam produksi karya itu, serta satu seniman musik.

Ashari tak memungkiri penghargaan terhadap kearifan lokal di Sultra masih minim. Menurutnya, identitas budaya kerap hanya muncul dalam bentuk simbolik pada acara seremonial, seperti pakaian adat di hajatan atau tarian pembukaan kegiatan formal.

Baca Juga:  PLN akan Tambah Pasokan Pembangkit untuk Perkuat Sistem Kelistrikan Sulbagsel

“Lewat acara ini, kita ingin mengangkat kembali esensi budaya yang hidup, bukan sekadar pelengkap seremoni. Sagu misalnya, itu bukan cuma makanan, tetapi penanda identitas masyarakat Tolaki,” katanya.

Lebih dari sekadar karya seni, Ashari menyebut pameran sebagai momentum langka. Ia pun mengajak warga Kendari dan sekitarnya untuk datang dan merasakan langsung suasana ruang yang menyatu dengan alam dan nilai-nilai budaya.

“Instalasi seperti ini sudah 15 tahun tidak muncul di Kendari. Kami memilih ruang publik agar karya ini menjadi ruang gagasan yang terbuka, dan lebih dekat dengan masyarakat. Ini bukan sekadar seni, tetapi ajakan untuk kembali akrab dengan alam dan budaya kita sendiri,” tutupnya.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten