Salurkan Bantuan, Dikbud Sultra Sambangi Kediaman Siswi Yatim Piatu di Wakatobi
Wakatobi – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dikbud Sultra menyambangi kediaman siswi yatim piatu di Desa Wungka, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Jumat (20/10/2023).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dikbud Sultra, Yusmin didampingi oleh Ketua DWP Dikbud Sultra, Nurhayati Yusmin beserta sejumlah anggotanya yang lain.
Pantauan Kendariinfo, rombongan Dikbud dan DWP Dikbud Sultra ini bertolak dari Kota Kendari menuju sekolah siswi yatim piatu bernama Leni tepatnya di Sekolah Menengah Umum (SMU) Negeri 1 Wangiwangi atau tepatnya di Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi.
Kehadiran rombongan ini disambut meriah oleh kepala sekolah, para guru, dan sejumlah peserta didik yang ada di sekolah itu. Setelah sedikit bercengkerama, mereka langsung menemui sosok siswi 15 tahun tersebut yang sedang berolahraga bersama rekan-rekannya yang lain. Leni tampak kebingungan melihat rombongan yang mendekati dirinya. Dengan wajah polos, ia hanya bisa tersenyum sembari berjabat tangan.
Tak lama kemudian, Yusmin memulai candaan dengan siswi kelas 10 itu. Keduanya saling bercakap-cakap hingga akhirnya Leni tampak tersipu malu bahkan matanya berbinar-binar.
Kadis Dikbud Sultra, Yusmin mengatakan, perjuangan siswi SMA di pedalaman Kabupaten Wakatobi itu ia ketahui dari salah satu rekannya bernama LM Saleh Hanan, selaku toko masyarakat di sana.
“Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada sahabat saya, Pak Saleh Hanan karena telah menginformasikan itu kepada saya dan publik lainnya,” katanya.
Mendapat informasi tersebut, Yusmin mengaku sedih sebab di tengah-tengah perkembangan zaman yang modern saat ini, masih ada siswi yang harus berjuang menempuh pendidikan dengan kondisi seperti yang dialami oleh Leni.
Yusmin pun bersama Ketua DWP Dikbud Sultra bergegas menyambangi sekolah dan kediaman Leni untuk memastikan, apakah kebutuhan sekolahnya terpenuhi dengan baik atau tidak.
“Kami datang untuk memberikan bantuan, sekaligus memastikan kebutuhan sekolahnya terpenuhi semua. Kami juga akan berikan dia berbagai bantuan beasiswa pendidikan lainnya termasuk membukakan rekening untuk Leni. Jadi, kita akan bantu terus sampai pendidikannya selesai,” tegas Yusmin.
Kadis Dikbud Sultra ini menambahkan, Leni adalah pelajar asal Wakatobi yang bisa menjadi sosok teladan bagi pelajar lainnya di Sultra. Pasalnya, di tengah-tengah himpitan ekonomi, tanpa ayah dan ibu ia tetap menempuh pendidikan di masa putih abu-abu meskipun harus berjalan kaki sejauh 14 kilometer.
“Leni ini yatim piatu. Tapi semangatnya untuk sekolah sangat besar. Padahal, dia jalan kaki 14 kilometer dalam sehari, dia kerja sendiri,” paparnya.
Selain memberikan bantuan, lanjut Yusmin, ia bersama guru-guru, bahkan kepsek di sana telah menawarkan bantuan tempat tinggal untuk Leni agar ia tak perlu berjalan kaki dalam jarak yang jauh. Namun, Leni memilih tinggal di rumahnya sebab ada neneknya yang lumpuh dan membutuhkan perawatannya.
“Kita tawarkan tempat tinggal, tapi dia harus siapkan makan untuk dua adiknya dan setiap hari sebelum dan sesudah sekolah, Leni harus merawat neneknya yang lumpuh,” bebernya.
Yusmin tak menampik bahwa masih ada Leni yang lainnya di Sultra yang belum tersorot media dan bantuan. Olehnya itu, atas dukungan Pj Gubernur Sultra, Andap Budi Revianto, ia berjanji bakal menyisir pelajar lainnya yang senasib dengan Leni agar pelayanan pendidikan di Sultra benar-benar merata di semua kalangan.
“Terima kasih kepada Gubernur Sultra, Pak Andap Budi Revianto, berkat dukungan dari beliau kami dari Dikbud dan DWP Dikbud Sultra akan terus berupaya menggalangkan pemerataan pendidikan di Sultra sebab semua orang sama dan harus mendapatkan layanan pendidikan maksimal tanpa pandang bulu juga, ini akan kami tergetkan tuntas secepat mungkin,” tutur Yusmin.
Olehnya itu, Yusmin mengajak seluruh elemen masyarakat di Sultra agar memberikan informasi kepada Dikbud Sultra terkait kondisi anak-anak yang menempuh pendidikan. Khususnya, yang kehidupannya di bawah rata-rata.
“Kami akan kunjungi dan kami akan pastkan semua kebutuhan pendidikan mereka terpenuhi. Generasi muda adalah generasi penentu untuk kemajuan daerah tercinta dan ini adalah tanggung jawab kita, khususnya kami di Dikbud Sultra,” pungkasnya.
