Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Sambut Ramadan, DKP Wakatobi Gelar Gerakan Pangan Murah Tanpa Kupon

Sambut Ramadan, DKP Wakatobi Gelar Gerakan Pangan Murah Tanpa Kupon
Pembukaan Gerakan Pangan Murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Wakatobi di halaman Gedung Wanita, Kelurahan Pongo, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi. Foto: Wa Listiani/Kendariinfo. (12/2/2026).

Wakatobi – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Wakatobi menggelar Gerakan Pangan Murah dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Februari 2026, di halaman Gedung Wanita, Kelurahan Pongo, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dalam amanatnya, Wakil Bupati Wakatobi, Safia Wualo, mewakili Bupati Wakatobi, Haliana, menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mengendalikan inflasi daerah. Ia berharap masyarakat setempat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga murah dan aman untuk dikonsumsi.

“Sangat bermakna, karena merupakan langkah strategis dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta pengendalian inflasi daerah. Saya berharap melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah, seluruh masyarakat di daerah bisa mendapatkan jenis pangan yang murah dan aman dikonsumsi,” ujarnya dalam sambutan, Kamis (12/2).

Kepala DKP Wakatobi, Sulaeman, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Semuanya bebas membeli komoditas apa pun tanpa menggunakan sistem kupon.

“Tidak pakai kupon. Ini bebas. Siapa pun boleh berbelanja dan tidak kami batasi, karena tujuannya menjaga stabilisasi dan inflasi daerah,” jelasnya, Kamis (12/2).

Terdapat enam jenis komoditas bahan pangan yang dihadirkan dalam Gerakan Pangan Murah kali ini, yakni telur, beras, minyak goreng, bawang, terigu, dan gula pasir. Sulaeman menyebutkan, telur per rak dijual Rp59 ribu. Adapun beras lima kilogram dijual Rp58 ribu, serta Rp150 ribu untuk beras sepuluh kilogram.

Baca Juga:  Ketersediaan Bahan Pokok di Indogrosir Kendari Cukup Jelang Ramadan 1446 Hijriah

“Telur ini dibanderol dengan harga Rp59 ribu. Kalau berasnya Rp58 ribu per lima kilogram SPHP. Kemudian beras yang premium dihargai Rp150 ribu per sepuluh kilogram,” ungkapnya.

Minyak goreng merek Bimoli lima liter dibanderol Rp115 ribu, dua liter Rp45 ribu, dan satu liter Rp23 ribu. Khusus komoditas bawang, dijual dengan selisih Rp5 ribu. Bawang merah dijual Rp45 ribu dan bawang putih Rp40 ribu.

Sementara itu, terigu merek Kompas dijual Rp12 ribu per liter dan Rp6 ribu per setengah liter. Terakhir, gula pasir dijual Rp19 ribu per liter.

Sulaeman menambahkan, kegiatan ini akan diperluas ke tiga pulau besar lainnya di Kabupaten Wakatobi, yakni Kaledupa, Tomia, dan Binongko.

“Tahun ini, kita tinggal cari cuaca bagus. Sekitar April, kami akan mencoba menyeberang ke Runduma, kemudian Tomia, Kaledupa, dan Binongko. Karena itu sudah kami hitung di APBD kami. Walaupun sekali dalam pelaksanaan di setiap kecamatan, kami bisa gilir untuk melakukan kegiatan ini,” jelasnya.

Penulis
Reporter
Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten