Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Sebanyak 214 Dapur SPPG Beroperasi di Sultra, Sudah Layani 539.232 Penerima Manfaat

0
0
Ilustrasi karyawan dapur SPPG saat menyajikan makan bergizi gratis (MBG) untuk penerima manfaat. Foto: ChatGPT/Ai.

Kendari – Sebanyak 214 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aglomerasi saat ini telah beroperasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) dan melayani sebanyak 539.232 penerima manfaat dalam program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.

Wakil Kepala SPPG Regional Sultra, Maharanny Puspaningrum mengatakan, hingga saat ini jumlah dapur SPPG aglomerasi yang telah terbangun di Sultra sebanyak 301 lokasi per November 2025. Namun, yang sudah beroperasi saat ini baru 214 dapur atau sekitar 80 persen dari total dapur yang ada.

“Data terakhir itu sebelum keluar peraturan presiden (perpres) 115, kita targetnya 324 dapur SPPG,” ujarnya kepada kendariinfo di Kendari, Sabtu (17/1/2026).

Berdasarkan data dari SPPG Sultra, sekolah yang telah menerima MBG ada sebanyak 3.820 lokasi dengan jumlah siswa penerima manfaat sejumlah 539.232 siswa.

Namun dengan adanya perpres terbaru nomor 115 tahun 2025 perluasan cakupan penerima manfaat MBG nantinya tidak lagi hanya untuk pelajar, tetapi juga mencakup guru dan tenaga kependidikan.

“Kita kan ada peraturan presiden terbaru 115 itu, jadi ada penambahan penerima manfaat. Yang awalnya kan untuk peserta didik itu hanya anak sekolah tetapi sekarang di pepres itu ada penambahan untuk guru dan tenaga kependidikan,” ucapnya.

Sehingga kemungkinan untuk jumlah penerima manfaat secara keseluruhan di Sultra akan bertambah. Namun, kata dia, bakal dilakukan pemutakhiran data terlebih dahulu.

Sedangkan dapur SPPG terpencil untuk sejauh ini masih dalam proses tahap pembangunan dengan jumlah sebanyak 140 titik yang tersebar di 15 kabupaten di Sultra.

“Masih dalam proses pembangunan semua karena dari segi aksesibilitas yang sulit ditambah kondisi cuaca yang sekarang tidak menentu jadi butuh waktu lebih dalam pembangunannya,” ungkapnya.

Terkait hal ini, pihaknya bakal terus melakukan pengawasan, mengingat MBG ini adalah hak seluruh anak di Indonesia. Sehingga harapannya bisa dirasakan pada semua penerima manfaat walaupun yang berada di daerah terpencil.

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: