Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Buton

Seekor Ular 6 Meter Ditemukan Lilit Babi Hutan di Butur, Dipotong Warga Pakai Parang

Seekor Ular 6 Meter Ditemukan Lilit Babi Hutan di Butur, Dipotong Warga Pakai Parang
Seekor ular berukuran sekitar 6 meter yang ditemukan warga di Desa Lambale, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara. Foto: Istimewa. (15/2/2026).

Buton Utara – Warga Desa Lambale, Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra), digegerkan dengan kemunculan seekor ular piton berukuran sekitar 6 meter yang memangsa seekor babi hutan pada Minggu (15/2/2026) malam.

Ular tersebut ditemukan warga dalam kondisi melilit mangsanya di kawasan hutan. Warga bernama Inal mengatakan kemunculan ular raksasa itu sontak membuat warga sekitar panik dan langsung berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Inal mengungkapkan, awalnya ia bersama beberapa temannya sedang bermain game di sekitar permukiman. Suasana mendadak berubah ketika terdengar suara jeritan babi dari arah hutan tak jauh dari lokasi mereka berkumpul.

“Kami lagi main game, tiba-tiba bunyi suara babi menjerit dari arah hutan,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (17/2).

Curiga dengan suara tersebut, warga kemudian menyusuri sumber suara. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati seekor babi hutan sudah dalam kondisi dililit ular piton berukuran besar.

“Waktu ditemukan, babinya sudah dililit. Ukuran ularnya itu sekitar 6 meter lebih,” ungkap Inal.

Melihat kondisi tersebut, warga berinisiatif mengevakuasi dengan cara membunuh ular menggunakan parang. Namun, proses itu sempat membuat warga ragu karena ukuran ular yang cukup besar dan panjang.

Setelah berhasil dilumpuhkan dengan memotong bagian kepala dan badannya, ular piton tersebut kemudian diserahkan kepada warga lain. Sementara bangkai babi hutan yang menjadi mangsa ular dijual kepada warga sekitar.

Baca Juga:  Sempat Hebohkan Warga, 3 Ekor Piton di Kendari Siap Dilepasliarkan

“Kalau ularnya kita kasih saja ke warga, tetapi babinya dijual karena langka. Harganya Rp25 ribu per kilogram,” ujar dia.

Editor Kata
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten