Sejumlah Ruas Jalan Provinsi di Sultra Tuntas Dikerjakan, 2 Proyek Masih Berprogres

Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Hingga awal Oktober 2025, sebagian besar ruas jalan yang dikerjakan tahun ini dilaporkan telah rampung, sementara dua ruas lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sultra, Pahri Yamsul, mengatakan dari 10 proyek pengerjaan jalan tahun ini, 8 ruas jalan termasuk yang menghubungkan batas Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di Kecamatan Ranomeeto telah selesai seluruhnya. Sedangkan dua proyek yang masih berprogres berada di Polipolia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), dan Simpang Tiga–Bubu Ronta di Kabupaten Buton Utara (Butur), dengan panjang masing-masing di atas 10 kilometer.
“Untuk posisi sekarang, jalan di batas Kota Kendari dan Konawe Selatan sudah selesai 100 persen. Dua ruas lainnya masih berjalan, yakni di Polipolia dan Simpang Tiga–Bubu Ronta,” kata Pahri kepada awak media, Selasa (7/10/2025).
Sementara itu, pembangunan Jalan Brigjen Katamso di Kota Kendari (depan Kantor Brimob Sultra) juga hampir rampung dan kini menunggu tahap akhir berupa pemasangan marka jalan.
Lebih lanjut, Pahri mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kondisi jalan yang telah diperbaiki agar umur pakainya lebih panjang. Ia menegaskan bahwa tonase maksimal kendaraan yang diperbolehkan melintas di jalan provinsi hanya 8 ton.
“Kalau ada kendaraan berat yang melanggar, sebaiknya sama-sama kita tegur. Jalan ini milik masyarakat untuk menunjang kesejahteraan, jadi perlu dijaga bersama,” ujarnya.
Program pembangunan jalan ini merupakan bagian dari program strategis Gubernur Andi, yaitu Jalan Mulus Antar Wilayah (Jamaah). Dinas SDA dan Bina Marga Sultra berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan perawatan jalan secara bertahap.
“Target bapak gubernur, setiap tahunnya kita bisa memperbaiki total sekitar 61 kilometer jalan. Tahun depan beberapa ruas akan diprioritaskan di Buton Utara, Konawe Selatan, dan Konawe,” jelas Pahri.
Ia menambahkan, tahun depan dinasnya akan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan dengan bentangan yang lebih panjang agar hasil pembangunan lebih terasa oleh masyarakat.





