Sekelompok Pemuda Serang Apotek di Puuwatu Pakai Busur dan Sajam

Kendari – Aksi penyerangan yang dilakukan oleh sejumlah remaja kembali terjadi di Apotek Puuwatu Farma, Jalan Pattimura, Kelurahan Puuwatu, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (19/3/2022) sekitar pukul 22.00 WITA.
Pemilik Apotek Puuwatu Farma yang juga korban, Nita mengaku, insiden ini bermula saat seorang pria memalak dan meminta uang kepada sejumlah pengunjung rental Playstation (PS) yang berlokasi di samping apotek.
“Dia (pelaku) masuk di dalam rental PS, kemudian dia minta uang sama anak-anak yang main PS. Lalu dia meminta agar mereka keluar dari ruangan rental PS,” ujarnya dalam sambungan telepon, Selasa (22/3).
Setelah itu, pelaku mengambil sebuah botol kosong dan memecahkannya di depan halaman rental PS. Saat itu, seorang pria bernama Anton (paman korban) berusaha menghalaunya sebab khawatir pecahan botol bisa berimbas pada pengunjung lainnya. Namun, pelaku geram dan terlibat cekcok dengan Anton.
“Jangan sampai itu pecahan botol diinjak sama anak-anak yang main PS. Makanya dia larang tapi dia marah dan dorong-dorong pamanku di situ. Setelah itu ini anak (pelaku) dia pulang panggil bapaknya dan teman-temannya,” bebernya.
Tak lama kemudian, pelaku bersama bapaknya datang di apotek dan kedua belah pihak sempat berdiskusi lama untuk menyelesaikan masalah ini. Di tengah-tengah diskusi, tiba-tiba datang rekan pelaku menggunakan sepeda motor dan langsung melayangkan busur di tempat itu.
Tak sampai di situ, pelaku yang telah membawa sebilah parang masuk di dalam apotek mencari paman korban atau orang yang telah menghalaunya saat memecahkan botol depan rental PS. Beruntung, Anton telah menyelamatkan diri.
“Dia masuk dalam apotek sambil bawa-bawa parang sampai di dapur kemudian dia kasih pecah meja,” tambah Nita.
Selanjutnya, para pelaku meninggalkan tempat kejadian tersebut. Tak lama berselang, anggota Polsek Mandonga yang mendapat informasi itu, langsung datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Pokoknya mereka 4 orang semua. Ada bapaknya, pelaku dan 2 temannya yang membusur. Anak-anak di sini memang, kita sudah tahu identitasnya itu orang tinggal polisi saja yang tangkap ini,” paparnya.
Atas kejadian ini, Nita yang telah mengadu di Polsek Mandonga berharap agar aparat kepolisian bisa menangkap pelaku secepat mungkin. Pasalnya, para pelaku kerap kali berulah dan telah menjadi buah bibir serta meresahkan masyarakat sekitar.
“Sudah ada barang bukti juga, waktu malam ada 3 busur yang kita dapat dengan 1 parang. Tapi, pas paginya adalagi 2 busur yang didapat,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek Mandonga, Kompol Moh. Salman hingga saat ini belum memberikan keterangan.





