Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Buton

Sekolah Rakyat Buteng Buka Peluang bagi Guru yang Tak Kebagian Jam Mengajar

0
0
Bupati Buton Tengah (Buteng), Azhari, dalam peninjauan Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 Buteng yang berlokasi di Desa Wakambangura II, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buteng, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Minggu (25/1/2026). Foto: Dok. Bupati Buteng, Azhari. (25/1/2026).

Buton Tengah – Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 Buton Tengah (Buteng), yang berlokasi di Desa Wakambangura II, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buteng, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan mengadakan sejumlah perekrutan guru mata pelajaran (mapel).

Pengumuman rencana perekrutan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buteng, Azhari, dalam kunjungan peninjauan Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 Buteng pada Minggu (25/1/2026), guna melengkapi kebutuhan guru mapel yang belum terpenuhi.

Pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dibutuhkan guru Pendidikan Agama Islam (Pendais), Pendidikan Agama Katolik (PAK), serta Pendidikan Jasmani (Penjas). Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dibutuhkan guru di luar mapel Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Adapun untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dibutuhkan guru Pendais, PAK, Fisika, Biologi, Seni Budaya, serta Prakarya.

Namun demikian, perekrutan tersebut diperuntukkan bagi tenaga pendidik Kabupaten Buteng yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maupun PPPK Paruh Waktu yang tidak memperoleh jam mengajar di sekolah asalnya.

“Akan ada laporan dari kepala sekolah masing-masing. Bagi jam mengajar guru yang sudah tidak bisa ditolong lagi, dikirim ke Sekolah Rakyat. Nanti gajinya lebih banyak. Hanya syaratnya, harus PNS, PPPK, bisa jadi PPPK Paruh Waktu. Daftar saja dengan syarat, ada keterangan dari sekolahnya, dari dinas pendidikan,” jelasnya.

“Daripada tidak dapat sertifikasi, lebih baik kita arahkan, kita setujui di Kemensos berdinas di Sekolah Rakyat Kabupaten Buteng. Jadi, persiapkan diri, silakan buat permohonan supaya kita pelajari dan tindak lanjuti di Kemensos,” tambahnya.

Selain perekrutan guru, Bupati Azhari juga menyampaikan pada Mei hingga Juni 2026 mendatang akan dibuka penerimaan tenaga pendukung layanan lainnya, meliputi satuan pengamanan (satpam), cleaning service, serta juru masak, apabila tenaga pendukung tersebut belum mencukupi.

“Bulan Mei atau Juni, akan ada perekrutan lagi kalau ada penambahan satpam, cleaning service, termasuk juru masak,” ujarnya.

Selain kedua perekrutan tersebut, Sekolah Rakyat Terintegrasi 69 Buteng juga akan membuka penerimaan siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA yang berjumlah 1000 orang, pada April hingga Mei 2026 mendatang.

“Syaratnya tidak banyak. Yang penting masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSN) juga diutamakan desil satu sampai dua. Saya berharap Sekolah Rakyat ini menjadi pionir kemajuan untuk generasi Buteng ke depan,” pungkasnya.

Penulis
Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: