Sekongkol Aborsi dengan Alasan Wisuda, Sepasang Kekasih Diamankan Polisi di Kendari
Kendari – Sepasang kekasih berinisial R (pria) dan N (wanita) diamankan polisi di salah satu rumah sakit di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Lepolepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (19/9/2025) siang. Keduanya diamankan karena diduga sekongkol melakukan aborsi dengan alasan, si pria ingin mengikuti wisuda bulan depan.
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, menjelaskan awalnya pihaknya menerima informasi mengenai pasangan kekasih yang datang ke rumah sakit dengan keluhan pusing, lemas, pendarahan, dan nyeri perut. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, diketahui N tengah hamil enam bulan, menjerit kesakitan hingga akhirnya harus segera menjalani proses persalinan.
“Persalinan berjalan lancar, dibantu oleh dokter di sana, tetapi bayi yang dilahirkan hanya bertahan hidup sekitar 10 menit sebelum dinyatakan meninggal dunia,” kata Welliwanto.
Merasa janggal dengan kondisi si wanita yang sakit-sakitan, N pun diinterogasi. Ternyata, N mengaku telah mengonsumsi berbagai obat-obatan sejak usia kandungannya tiga bulan. Semua dilakukan untuk menggugurkan kandungan dan upaya tersebut direncanakan bersama R, kekasihnya.
“Alasannya karena si laki-laki ini masih ingin wisuda, sehingga membujuk kekasihnya dan sepakat melakukan aborsi,” ungkapnya.
Menurut Welliwanto, N sebelumnya bekerja di salah satu tempat laundry di Kendari tetapi berhenti setelah diketahui hamil. Sementara R adalah seorang mahasiswa yang dijadwalkan wisuda bulan depan.
Saat ini, pasangan tersebut masih berada di IGD Klinik Polresta Kendari. N direncanakan dirujuk ke RS Bhayangkara Kendari karena kondisinya masih lemas.
