Selain Kloter Madinah, Ada 36 Jemaah Umrah Kendari yang Ditelantarkan di Jakarta
Kendari – Polemik kasus perjalanan umrah PT Travelina Indonesia cabang Kendari tak hanya menyisakan persoalan jemaah yang sempat terlantar di Kota Madinah, Arab Saudi. Fakta lain terungkap, sebanyak 36 jemaah kloter kedua justru terlantar di Jakarta dan harus pulang ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan biaya pribadi tanpa sempat menunaikan ibadah umrah.
Salah seorang korban, Abu Hawa, mengungkapkan kloter Jakarta mengalami kerugian berlapis. Selain gagal berangkat ke Tanah Suci, para jemaah juga terlantar selama lima hari di Jakarta tanpa kejelasan keberangkatan.
“Kami ini kloter Jakarta, tidak jadi umrah sama sekali. Terlantar lima hari, hari terakhir kami biayai sendiri makan dan hotel, bahkan tiket pulang ke Kota Kendari juga bayar sendiri,” kata Abu Hawa, saat dikonfirmasi Kendariinfo, Kamis (19/2/2026).
Ia menyebut total jemaah PT Travelina Indonesia yang berangkat berjumlah 64 orang. Dari jumlah itu, kloter pertama sebanyak 28 orang berhasil tiba di Madinah dan menunaikan umrah. Sementara kloter kedua berjumlah 36 orang justru gagal berangkat dan akhirnya dipulangkan ke daerah masing-masing.
Menurut dia, perhatian publik dan media selama ini lebih banyak tertuju pada jemaah yang terlantar di Madinah. Padahal, kata dia, kloter Jakarta justru mengalami kerugian paling besar karena tidak mendapatkan ibadah umrah maupun kepastian pengembalian dana.
“Mereka di Madinah bagaimana pun sudah umrah dan banyak dibantu. Kami di Jakarta ini apa yang didapat? Tidak umrah, uang tidak pasti kembali, dan kami masih bolak-balik ke kantor polisi sampai saat ini,” ujarnya.
Ia berharap semua pihak, baik pemerintah setempat, termasuk aparat penegak hukum melihat persoalan ini secara adil dan menyeluruh agar seluruh korban mendapatkan kejelasan dan tanggung jawab dari pihak travel.
