Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Pemerintah

Semarak Ramadan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kendari Safari di 11 Kecamatan

0
0
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari safari di 11 kecamatan. Foto: Istimewa.

Kendari – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari melakukan safari perpustakaan ke 11 kecamatan selama Ramadan 1443 Hijriah. Hal itu dilaksanakan sebagai bagian dari tindak lanjut kebijakan perpustakaan nasional tentang transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Safari Ramadan dimulai di Masjid Babun Nur, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (5/4/2022).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari, Sri Yusnita menjelaskan, program ini digagas untuk mengubah persepsi masyarakat tentang peran dan fungsi perpustakaan yang sebenarnya cukup luas.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari safari di 11 kecamatan. Foto: Istimewa.

“Perpustakaan itu bisa menjadi fasilitator dalam memberikan pelatihan atau edukasi kepada masyarakat untuk lebih memperbaiki kesejahteraannya. Perpustakaan juga bisa membentuk karakter generasi muda khususnya anak-anak menjadi lebih baik,” katanya.

Aktivitas yang dilakukan dalam semarak safari Ramadan perpustakaan tersebut yakni memberikan edukasi kepada anak usia 6 – 15 tahun, dengan memberikan ceramah agama, yang mengangkat tema “Ceramah meneladani sifat Rasul dan para sahabatnya”.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan dan Kegemaran Membaca, Meriyanti menyebut, pihaknya telah membentuk tim yang akan bertugas secara bergantian dalam pemberian ceramah agama.

“Kegiatan kami ini memberikan edukasi keagamaan kepada anak-anak usia sekolah tentang bagaimana meneladani sifat Rasul. Ini kita lakukan sebagai transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujarnya.

Menurutnya, perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi, dan memperjuangkan budaya dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Tujuan dari program ini untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, meningkatkan penggunaan layanan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk transformasi perpustakaan yang berkelanjutan,” terang Meriyanti.

Dalam strategi transformasi layanan perpustakaan ini mendesain perpustakaan dan koleksinya untuk dimanfaatkan masyarakat seoptimal mungkin.

“Untuk aksinya ruang berbagi pengalaman, ruang belajar yang kontekstual dan ruang berlatih keterampilan kerja,” pungkasnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: