Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Semester Pertama 2021, Perekonomian Sultra Tumbuh 4,21%

2
0
Pedagang bahan pangan di Pasar Sentral Kota Lama. Foto: Hasbir/Kendariinfo. (1/4/2021).

Kendari – Kondisi perekonomian di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada semester pertama 2021 tumbuh sebesar 4,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Sultra terjadi di sejumlah lapangan usaha. Kenaikan tertinggi berada pada sektor pengadaan listrik dan gas, dengan nilai pertumbuhan sebesar 16,75 persen.

Lalu diikuti oleh sektor jasa keuangan sebesar 11,36 persen, kemudian industri pengolahan tumbuh 10,95 persen, dan sektor penyediaan makan minun sebesar 10,49 persen. Sementara lapangan usaha lainnya, juga tumbuh positif di bawah 10 persen.

Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi. Foto: Yusrin/Kendariinfo. (23/6/2021).

“Pencapaian pembangunan daerah sampai dengan semester pertama tahun 2021, dilihat dari sisi pencapaian indikator makro ekonomi,” kata Gubernur Sultra, Ali Mazi, Senin (20/9/2021).

Sementara itu, desakan inflasi (kenaikan harga) Sultra sepanjang 2021 diperkirakan sekitar 3 – 4 persen, dan berada pada kisaran inflasi nasional yaitu sebesar 3 persen. Peningkatan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas dan daya beli masyarakat seiring dengan pemulihan perekonomian domestik.

Ali Mazi menjelaskan, penerapan PPKM Mikro dapat menghambat peningkatan aktivitas masyarakat sehingga ikut menghambat penyebaran pandemi Covid-19, namun pemerintah daerah bersama Bank Indonesia berupaya mengendalikan inflasi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Selama triwulan II, pengendalian inflasi difokuskan pada upaya menjaga kestabilan harga melalui berbagai kegiatan yang menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas tertentu,” jelasnya.

Selain itu, tingkat pengangguran di Sultra dinyatakan mengalami penurunan. Di mana angka pengangguran mencapai 4,58 persen pada semester kedua di tahun 2020, menjadi 4,22 persen pada semester pertama 2021.

Dampak pandemi berangsur dapat diatasi. Jumlah pengangguran akibat pandemi berkurang sebesar 13,42 persen atau 10,7 ribu orang.

Lalu tingkat kemiskinan sedikit mengalami perbaikan, yaitu 11,66 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar 11,69 persen. Meski begitu, tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat mengalami sedikit kenaikan, yakni sebesar 0,390 poin jika dibandingkan dengan 2020 lalu sebesar 0,388 poin.

“Angka tingkat ketimpangan 2021 ini, diharapkan akan semakin rendah pada semester kedua tahun 2021,” tutupnya.

Penulis
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: