Sepi Pembeli, Omzet Pedagang Kembang Api di Kendari Merosot Jelang Tahun Baru 2026
Kendari – Sejumlah pedagang musiman kembang api di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluhkan penurunan omzet penjualan menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pendapatan yang mereka peroleh kali ini jauh berkurang.
Berdasarkan pantauan Kendariinfo di sejumlah titik penjualan, sebagian besar pedagang mengaku tidak lagi mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah seperti tahun lalu. Pada momen pergantian tahun kali ini, omset yang diperoleh pedagang rata-rata hanya berkisar ratusan ribu rupiah.
Salah seorang pedagang kembang api di Jalan Martandu, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu, La Sali (47), mengaku penjualan tahun ini terasa lebih sepi. Ia menyebut, setiap musim tahun baru dirinya selalu mengandalkan penjualan kembang api sebagai sumber penghasilan tambahan.
“Biasanya tiap tahun baru saya jualan kembang api. Tetapi tahun ini memang terasa menurun, saya juga kurang tahu penyebab pastinya,” kata La Sali kepada Kendariinfo, Rabu (31/12/2025).
Ia mengungkapkan harga kembang api yang dijualnya bervariasi, mulai dari yang paling murah seharga Rp10 ribu hingga jenis terbesar dengan harga Rp160 ribu. Meski rentang harga cukup beragam, minat beli masyarakat tetap tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.
La Sali mengaku tidak mengetahui adanya kebijakan atau larangan tertentu terkait penggunaan kembang api yang mungkin memengaruhi daya beli masyarakat pada malam pergantian tahun.
“Tidak tahu, mungkin itu juga penyebabnya,” pungkasnya.
