SMPN 13 Jadi Satu dari Empat Sekolah Penggerak di Kendari

Kendari – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kendari menjadi satu dari empat sekolah penggerak di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Sekolah penggerak sendiri adalah upaya mewujudkan visi pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.
Program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) serta karakter, diawali dengan SDM unggul (kepala sekolah dan guru).
Adapun SMP di Kota Kendari yang menjadi sekolah penggerak di antaranya SMPN 2 Kendari, SMPN 5 Kendari, dan SMPN 13 Kendari untuk sekolah negeri. Sementara sekolah swasta, SMPIT Al Qalam Kendari.
Kepala Sekolah SMPN 13 Kendari, Yummi, mengatakan untuk menjadi sekolah penggerak ada beberapa tahapan yang diikuti. Salah satunya kepala sekolah harus mengikuti tes. Tes tersebut mulai dari ujian tertulis secara online, mengajar, hingga wawancara. Hasil ketiga tes menjadi acuan penentu suatu sekolah bisa masuk kategori sekolah penggerak atau tidak.
“Perbedaan antara sekolah penggerak dengan sekolah lain terletak pada program yang dijalankan di sekolah. Program yang ada di sekolah penggerak tidak ada di sekolah lain,” katanya kepada Kendariinfo, Jumat (7/6/2024).
Sekolah penggerak juga memperoleh reward, berupa dana bantuan operasional sekolah (BOS) kinerja. Sekolah yang telah dinyatakan sebagai sekolah penggerak akan memperoleh dua dana bos, yakni kinerja dan reguler.
Selain itu, sekolah penggerak memperoleh pendampingan secara langsung dari Kementerian Pendidikan dan selalu diberikan pelatihan-pelatih sebagai bekal untuk program pendidikan di sekolah.
“Nantinya kita juga akan melakukan pengimbasan kepada sekolah-sekolah yang belum menjadi sekolah penggerak, terkait apa saja yang kita peroleh semenjak menjadi sekolah penggerak,” jelasnya.
Sekolah penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri maupun swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1 – 2 tahap lebih maju. Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi sekolah penggerak.





