Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Soal Kasus Tabrak Lari Juliansyah, HAMI Sultra Surati Mabes Polri

0
0
Ketua LBH HAMI Sultra, Andre saat diwawancara Kendariinfo. Foto: Al Pagala/Kendariinfo. (5/5/2023).

Konawe – Himpunan Advokasi Muda Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyurati Mabes Polri lantaran pengungkapan kasus dugaan pembunuhan berencana di Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe pada 11 Juni 2022 lalu dengan tragedi tabrak lari dinilai lambat.

Menurut Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Himpunan Advokasi Muda Indonesia Sulawesi Tenggara (HAMI-Sultra), Andre Darmawan, kasus Juliansyah berindikasi obstruction of justice sehingga pihaknya telah menyurat ke Mabes Polri agar persoalan tersebut dapat diungkap.

“Kami sudah menyurat ke Mabes Polri. Semoga perkara ini diambil alih oleh Mabes dan dilakukan crime scientifik investigation, karena ada kekuatan besar yang diduga melindungi dan menghalangi penanganan kasus. Ini terbukti sudah satu tahun kasusnya ditangani Polres Konawe tidak ada titik terang,” harapnya.

Dugaan menghalangi penyelesaian kasus berdasar pada CCTV yang menurutnya disabotase, hasil visum yang diduga dikaburkan, dan jenazah korban yang diminta segera dikuburkan oleh oknum yang mengaku keluarga korban.

Andre membeberkan, semenjak kematian Juliansyah (18) ada beberapa CCTV di sekitar lokasi kejadian tabrak lari serentak mati. Sehingga sulit untuk melihat kembali apa yang tejadi pada malam itu di sekitar TKP.

“Kecurigaan kami terkait CCTV. Kok, tiba-tiba serentak mati semua di sekitar lokasi, berarti ada sabotase,” kata Andre kepada Kendariinfo, Senin (8/6/2023).

Terkait hal itu, Andre menyayangkan pihak kepolisian dalam mengungkap kasus. Terlebih saat mengetahui bahwa ibu korban Samriatin (45), sulit mendapatkan hasil visum Juliansyah.

“Ibu korban saat mendatangi petugas lantas untuk menanyakan hasil visum anaknya, namun petugas mengaku belum keluar. Sehingga kami menduga ada permainan dan indikasi untuk dikaburkan, terlebih lagi tidak dilakukan autopsi untuk memastikan kematian korban,” terangnya.

Lanjutnya, permasalahan semakin mencuat saat seseorang mengaku sebagai perwakilan keluarga Juliansyah dan meminta agar korban segera dimakamkan. Padahal, ibu korban masih bertahan karena menunggu kedatangan keluarga lainnya.

Penulis
Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: