Penyegelan 60 Kios, Kepala Pengelola Pasar Mandonga: Sudah Ada Pemberitahuan Sebelumnya
Kendari – Sebanyak 60 kios di Pasar Basah Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) disegel oleh pihak pengelola, Sabtu (12/3/2022) kemarin.
Penyegelan yang diduga dilakukan saat malam hari itu sontak membuat para pedagang yang menempati kios dibuat kaget. Pasalnya, dari kabar yang beredar, tidak ada pemberitahuan dari pihak pengelola bahwa akan dilakukan penutupan.
Kepala Pengelola Pasar Basah Mandonga, H Suardi saat dikonfirmasi membenarkan penyegelan yang pihaknya lakukan. Namun, ia menepis tudingan adanya tindakan penutupan secara sepihak yang dilakukan.
Suardi mengatakan, sebelum melakukan penyegelan itu, para pemilik kios telah dahulu diberitahu bahwa akan ada penutupan disebabkan para pedagang menunggak pembayaran uang sewa tahunan.
“Tidak benar kalau dikatakan kami menyegel secara sepihak. Sejak jauh-jauh hari saya sudah menyuruh security untuk jangan langsung menggembok, tapi informasikan dulu kepada para pedagang itu bahwa akan dilakukan penyegelan karena adanya tunggakan pembayaran sewa,” katanya kepada kendariinfo, Senin (14/3).
Dia menjelaskan, sebelum melakukan penyegelan, pihaknya telah memberi keringanan kepada para pedagang dalam pembayaran sewa. Rutinnya, pembayaran dilakukan per tanggal 24 April.
Saat penagihan sewa untuk tahun 2021, para pedagang meminta keringanan untuk melakukan pembayaran secara bertahap.
“Permintaannya karena Covid-19 minta keringanan bayar dua kali. Pembayaran pertama dari bulan April sampai Mei, kemudian pembayaran kedua di bulan Oktober, dan itu kami berikan. Tapi hingga bulan Maret ini tidak ada pembayaran, sehingga kemarin otomatis kami gembok. Sekarang sudah mau memasuki pembayaran tahun 2022 bulan April nanti, tapi pembayaran untuk tahun 2021 belum juga selesai,” jelasnya.
Saat ini sebagian pedangang yang kiosnya disegel telah melakukan pembayaran. Sehingga dari 60, tersisa 15 kios masih tersegel.
“Sekarang para pedagang sebagian besar sudah melakukan pembayaran. Di lantai basemen sudah semua membayar, lantai satu juga sudah 70 persen sudah melakukan pembayaran, dan untuk lantai dua sudah ada beberapa,” ungkapnya.
Dari pantauan Kendariinfo, Pasar Basah Mandonga masih terlihat ramai pengunjung dan pedagang pun masih banyak yang membuka kios atau rukonya untuk berjualan.
Suardi sangat menyayangkan perkataan Ketua KP2M yang menyebut pihak pengelola bertindak secara sepihak dalam melakukan penyegelan.
“Kami sangat sayangkan sikap KP2M yang melaporkan kami ke Wali Kota Kendari. Jika persoalan lain seperti kebersihan dan banjir, itu sudah kami antisipasi,” tambahnya.
Kabar bahwa pihaknya akan kembali melakukan penyegelan terhadap beberapa kios di lantai 2 dirinya benarkan.
“Besok memang kami akan lakukan penyegelan lagi terhadap pedagang yang masih memiliki tunggakan di lantai dua, dan itu sudah kami informasikan kepada pedagang dan juga KP2M,” tutupnya.
Untuk diketahui, biaya sewa kios atau ruko di Pasar Basah Kendari bervariasi sesuai ukuran bangunan, mulai dari Rp4 juta hingga Rp8 juta.
Sebelumnya, penyegelan 60 kios ini dibeberkan oleh Ketua KP2M, Abdul Kadir, saat memberikan sambutan dalam Hari Ulang Tahun ke 20 KP2M, Minggu (13/3).
