Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Muna

Sosok Pria Mengamuk hingga Kejar Perawat di RSUD Mubar: Ternyata Ketua DPC PBB, Mantan Caleg

0
0
Pria yang mengamuk dan mengejar perawat pakai kursi di RSUD Muna Barat, La Ode Abdul Gamal. Foto: Istimewa.

Muna Barat – Insiden keluarga pasien yang mengamuk dan mengejar perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat (Mubar) masih berlanjut di Polres Muna. Terungkap, salah satu keluarga pasien yang anarkis dalam insiden itu ternyata bernama La Ode Abdul Gamal.

Dari data yang dihimpun Kendariinfo, La Ode Gamal ternyata seorang politisi di Mubar. Ia pernah menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Mubar. Saat ini, ia telah pindah partai dan menjadi Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Mubar.

Pria kelahiran Raha ini sering tampil dalam kontestasi politik di Mubar. Pertarungan terakhir terjadi pada 2024 lalu. Di mana, La Ode Abdul Gamal tampil sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Mubar periode 2024 – 2029. Alumni SMAN 1 Raha ini membawa bendera PBB, partai besutan Yusril Ihza Mahendra dengan mengantongi nomor urut 1.

Dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut, pria 60 tahun lulusan S1 Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan S2 Universitas Halu Oleo ini belum beruntung. Ia gagal dan tersingkir dari perebutan kursi DPRD Mubar.

Saat Pilcaleg Mubar 2024 lalu, nama La Ode Abdul Gamal menjadi salah politisi yang ramai diperbincangkan, khususnya di Mubar. Ia digadang-gadang menjadi salah satu petarung yang diyakini bisa merebut 1 kursi di parlemen. Namun, perbincangan itu surut dengan sendiri seiring kekalahan yang diterima dan berakhirnya Pemilu 2024.

Tetapi, La Ode Abdul Gamal kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bukan lagi dalam konteks politik, tetapi videonya mengamuk dan mengejar perawat di RSUD Mubar viral pada Sabtu (21/6/2025).

Dalam video beredar, La Ode Abdul Gamal yang menggunakan baju putih terlihat mengamuk. Ia juga melempar kursi ke meja perawat, bahkan mengejar salah satu perawat wanita yang ada di lokasi tersebut sambil membawa kursi plastik. Akibatnya, si perawat kabur ketakutan dan berusaha menyelamatkan diri.

Atas tindakan tersebut, Gamal mengaku jika insiden itu spontan dilakukan. Alasannya, kapal feri rute Pelabuhan Tondasi – Torobulu yang akan mereka tumpangi untuk merujuk keluarga mereka dari RSUD Mubar ke Kendari akan berangkat pukul 15.00 Wita. Namun hingga pukul 15.30 Wita, belum ada kejelasan dari pihak rumah sakit, mobil ambulance tak juga datang.

Kata Ketua DPC PBB Mubar ini, kepanikan itulah yang membuat sejumlah keluarga pasien mengamuk di rumah sakit. Bahkan, ia sendiri membanting meja dan kursi, hingga mengejar salah satu perawat di sana. Gamal pun memohon maaf atas perbuatannya.

“Intinya kami minta maaf atas kejadian itu, semua terjadi secara spontan. Kami panik karena kapal feri sudah mau berangkat,” jelas Gamal, Jumat (27/6).

Sementara itu, Kasi Humas Polres Muna, Ipda Baharudin menjelaskan, perawat dan pihak RSUD Mubar telah melaporkan insiden tersebut. Ada dua laporan yang masuk, yakni dugaan tidak pidana pengancaman dan pencemaran nama baik rumah sakit.

“Laporannya sudah masuk, masih berproses sampai sekarang,” pungkasnya.

Panik Tertinggal Kapal Feri Jadi Alasan Keluarga Pasien Mengamuk di RSUD Mubar

Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: