STIE 66 Kendari Buka Pendaftaran Maba Gelombang II, Tawarkan Peluang Magang di Luar Negeri
Kendari – Kabar baik bagi lulusan SMA, SMK, MA maupun masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). STIE 66 Kendari kembali membuka kesempatan bagi calon mahasiswa baru (maba) melalui pendaftaran gelombang II untuk Tahun Akademik 2026/2027.
Pendaftaran gelombang II dijadwalkan berlangsung mulai 20 Juni hingga 14 Agustus 2026 yang dapat diakses melalui pendaftaran online maupun offline.
Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Abd. Azis Muthalib, mengatakan jumlah mahasiswa yang bakal diterima gelombang II ini sebanyak 1200 orang yang terdiri dari program Sarjana (S1) dan program Magister (S2).
“Tahun ini yang bakal diterima sebanyak 1200 orang. Terdiri dari program studi manajemen 700 orang, akuntansi 300 orang. Kalau untuk program magister kuotanya 120 orang,” ujarnya saat Konferensi Pers Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Kampus STIE 66 Kendari, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, dengan jumlah tersebut, fasilitas yang dimiliki STIE 66 Kendari masih mampu menampung seluruh mahasiswa baru. Pasalnya, kampus tersebut telah didukung sarana dan prasarana yang memadai, mulai dari gedung perkuliahan hingga ruang kelas yang lengkap dan representatif untuk menunjang proses belajar mengajar.
Informasi resmi mengenai tahapan pendaftaran dan persyaratan dapat diakses melalui sistem penerimaan mahasiswa baru kampus https://spmb.stie-66.ac.id/.
Sementara itu, Wakil Ketua I STIE 66 Kendari, Muh. Nur, mengatakan pihaknya terus menghadirkan berbagai program unggulan guna meningkatkan kompetensi dan daya saing mahasiswa. Salah satu program yang menjadi fokus pengembangan adalah program magang di luar negeri, terutama pada sektor-sektor industri strategis.
Menurutnya, melalui program tersebut mahasiswa memperoleh kesempatan untuk merasakan pengalaman kerja di lingkungan internasional sekaligus mengasah kemampuan dan keterampilan profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Melalui program magang luar negeri, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja dan pembelajaran secara langsung di lingkungan industri internasional, tetapi juga mendapatkan kompensasi berupa gaji selama mengikuti program tersebut,” jelasnya.
