STIE 66 Kendari Kukuhkan 367 Wisudawan, Ketua: Wisuda Ini Bukanlah Akhir dari Sebuah Perjalanan
Kendari – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari mengukuhkan sebanyak 367 wisudawan pada Wisuda ke-XXII Tahap I Tahun 2026 yang digelar di Ruang Phinisi Claro Hotel Kendari, Kamis (2/7/2026).
Ratusan lulusan tersebut terdiri atas 94 wisudawan Program Studi S2 Magister Manajemen, 211 wisudawan Program Studi S1 Manajemen, dan 62 wisudawan Program Studi S1 Akuntansi.
Ketua STIE 66 Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Aziz Muthalib, mengatakan prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu yang dimiliki di tengah masyarakat.
“Wisuda ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan. Dunia kerja menanti kontribusi dan inovasi kalian. Jadilah individu yang tidak hanya sukses secara pribadi tetapi juga memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
Abdul Aziz berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi, dunia usaha, pemerintahan, maupun masyarakat, khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia juga mengajak seluruh wisudawan untuk terus berkarya dan mengharumkan nama almamater di mana pun berada.
“Kepada para sarjana dan magister yang baru saja diwisuda, jadilah agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan di dunia kerja akan semakin kompleks seiring perkembangan zaman yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi, digitalisasi, dan persaingan global. Karena itu, para lulusan dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan berbagai perubahan.
“Tantangan yang akan dihadapi di luar sana mungkin akan lebih besar. Namun saya yakin dan percaya dengan ilmu, keterampilan, serta nilai-nilai norma dan etika yang telah saudara peroleh di STIE 66 Kendari, insyaallah kalian akan mampu menghadapinya. Jangan pernah berhenti belajar, teruslah berkembang, dan selalu menjunjung tinggi integritas, norma, serta etika dalam setiap langkah yang saudara ambil,” bebernya.
Ia menegaskan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti setelah wisuda. Menurutnya, momentum tersebut justru menjadi awal pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Dunia yang kita hadapi saat ini berkembang sangat cepat, ditandai dengan kemajuan teknologi, digitalisasi, dan persaingan global,” tutupnya.
