Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Kendari

Strategi Pemkot Tangani Stunting di Kendari Dapat Dukungan DPRD Kota

Strategi Pemkot Tangani Stunting di Kendari Dapat Dukungan DPRD Kota
Jajaran DPRD Kota Kendari dan Pemkot Kendari. Foto: Istimewa.

Kendari – Strategi penanganan stunting di Kota Kendari mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari. Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Irmawati, saat menghadiri pembukaan Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kota Kendari di Hotel Zahra Syariah Kendari, beberapa waktu lalu.

Rapat TPPS ini merupakan bagian dari Aksi Konvergensi Stunting Tahun 2025, yang digelar untuk menyatukan langkah seluruh sektor dalam upaya menurunkan angka prevalensi stunting di Kota Kendari. Acara dibuka oleh Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati, mewakili Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, dan dihadiri Ketua TP PKK Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman, Plt. Sekwan Syahrir, staf ahli wali kota, serta pimpinan OPD lingkup Pemkot Kendari.

Dalam kesempatan itu, Irmawati menegaskan bahwa DPRD Kota Kendari hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung percepatan penanganan stunting. Bentuk dukungan DPRD, kata dia, diwujudkan dalam sosialisasi, penganggaran, kolaborasi lintas sektor, hingga penyusunan regulasi.

Ketua TP PKK Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman.
Ketua TP PKK Kota Kendari, Shintya Putri Anawula Sudirman. Foto: Istimewa.

“DPRD Kota Kendari mendukung penuh sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan oleh Pemkot, seperti kampanye pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, hingga penyediaan MPASI bergizi bagi anak-anak,” tegasnya, Selasa (30/9/2025).

Tak hanya berhenti pada sosialisasi, DPRD juga memberi dukungan melalui alokasi anggaran dalam APBD yang diarahkan pada program-program percepatan penurunan stunting. Menurut Irmawati, penganggaran yang jelas dan terukur merupakan bentuk nyata komitmen legislatif terhadap upaya Pemkot Kendari.

Baca Juga:  Selama Ramadan, Azizah Syariah Hotel Siapkan Paket Kurma Rp99.999 untuk Buka Puasa

Selain itu, DPRD mendorong terwujudnya sinergi antara OPD terkait, seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, dan kelurahan, agar program pencegahan dan penanganan stunting benar-benar menyentuh masyarakat di lapisan bawah.

“Kami mendorong agar program ini tidak hanya berhenti di tataran kebijakan, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Irmawati, saat menghadiri pembukaan Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari, Irmawati, saat menghadiri pembukaan Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Foto: Istimewa.

Dari sisi regulasi, DPRD juga menyiapkan payung hukum yang dapat memperkuat upaya pencegahan stunting. Regulasi tersebut menyangkut kesehatan, gizi, serta pola hidup bersih yang berhubungan langsung dengan kualitas tumbuh kembang anak.

Lebih jauh, Irmawati mengapresiasi program orang tua asuh stunting yang digagas oleh Wali Kota Kendari. Menurutnya, inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk memastikan anak-anak yang berpotensi mengalami stunting mendapatkan perhatian, pendampingan, dan dukungan yang berkesinambungan.

“Program orang tua asuh stunting ini sangat penting. DPRD mendukung penuh agar anak-anak kita yang rentan stunting bisa mendapatkan perhatian khusus, sehingga mereka dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati.
Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati. Foto: Dok. Pemkot Kendari.

Sementara itu, Nismawati, berharap dukungan komprehensif dari DPRD dapat memperkuat kerja pemerintah kota. Ia optimis, dengan sinergi yang kuat antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat, target penurunan angka stunting di Kota Kendari dapat tercapai secara signifikan.

“Kami yakin, dengan kolaborasi dan kerja bersama semua pihak, angka stunting di Kota Kendari bisa ditekan. Generasi kita ke depan harus tumbuh sehat dan unggul, karena mereka adalah penentu masa depan daerah ini,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kendari Jadi Daerah Pertama di Indonesia Gelar Retret Pejabat, 64 Peserta Menepi ke Kebun Raya
Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten