Suhu Udara di Kolaka Capai 36,6° Celsius, Pomalaa Kategori Ekstrem
Kolaka – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di wilayah Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), pernah mencapai 36,6° celsius pada bulan Oktober 2025. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menyebut Pomalaa mencatatkan suhu tertinggi di Sultra dan masuk dalam kategori ekstrem.
“Untuk Pomalaa dan sekitarnya menunjukkan suhu tertinggi dengan kategori ekstrem,” kata Faisal kepada Kendariinfo, Kamis (16/10/2025).
Meski begitu, suhu di Sultra pada umumnya relatif normal. Faisal menyebut suhu terendah tercatat di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) yang hanya 21,2° celsius pada Rabu, 1 Oktober 2025. Sementara suhu tertinggi tercatat di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, dengan 36,6° celsius pada Minggu, 12 Oktober 2025. Wilayah lain seperti Kota Kendari hanya mencatatkan suhu maksimum 33,3° celsius dan Baubau 34,4° celsius.
“Hasil observasi ini menunjukkan pada umumnya suhu di wilayah Sultra masih relatif normal,” ujarnya.
Faisal menjelaskan meningkatnya suhu udara di wilayah Sultra, karena gerak semu matahari pada awal bulan Oktober 2025. Kelembapan di bawah 60 persen pada lapisan bawah sampai menengah di Sultra juga menyebabkan suhu udara terasa panas. Namun, vegetasi setiap daerah di Sultra ikut memengaruhi tingginya suhu udara.
“Matahari berada tepat di wilayah Sultra dan sekarang bergerak ke bumi bagian selatan. Kelembapan lapisan rendah sampai menengah di wilayah Sultra akibat massa udara kering yang bergerak dari Australia. Dengan bergeraknya matahari ke belahan bumi selatan berdampak pada berkurangnya suhu udara maksimum di wilayah Sultra,” jelasnya.
Olehnya itu, Faisal mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas pada siang hari di ruang terbuka dan memastikan asupan air dalam tubuh terjaga dari dehidrasi. Menurut Faisal, suhu ekstrem dan kelembapan rendah akan berpengaruh pada daya tubuh.
“Tentunya akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Kita akan sering berkeringat dan ini mengakibatkan kandungan air dalam tubuh kita berkurang dengan cepat. Untuk mengurangi resiko tersebut, hindari panas matahari secara langsung dan perbanyak minum air mineral,” pungkasnya.
