Suhu Udara Kendari Malam Hari 20° – 21° Celsius, Ikut Pengaruhi Kekebalan Tubuh
Kendari – Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu udara di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada malam hari mencapai 20° – 21° celsius. Kondisi itu ikut memengaruhi kekebalan tubuh manusia.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, Faizal Habibie, mengatakan masyarakat perlu mewaspadai suhu udara rendah pada malam hari yang bisa mencapai 20° celsius, siang hari 33° celsius, dan kelembapan 55 persen.
Perbandingan suhu udara pada malam dan siang hari dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Oleh karena itu, masyarakat perlu beradaptasi. Masyarakat harus memperlakukan tubuh agar tetap bugar, seperti memperbanyak minum pada siang hari dan menghindari aktivitas di luar saat malam hari.
“BMKG mengimbau kepada masyarakat agar waspada. Tentunya perbandingan suhu pada malam dan siang hari akan memengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Maka perlu adaptasi dan perlakuan agar tubuh kita tetap bugar, seperti perbanyak minum air putih siang hari dan menghindari aktivitas malam hari,” kata Faisal kepada Kendariinfo, Sabtu (19/7/2025).
Faisal menjelaskan suhu udara antara 20° – 21° celsius saat malam hari di Kota Kendari, karena tutupan awan sangat kecil dan bahkan sampai cerah. Kecilnya tutupan awan menyebabkan penguapan di darat pada malam hari tidak dipantulkan ke permukaan bumi, melainkan terus ke atmosfer.
“Pantauan pengamatan cuaca menunjukkan di Kendari dan sekitar suhu minimum sekitar 20° – 21° celsius ini dikarenakan pada waktu malam hari tutupan awan sangat kecil atau bisa sampai cerah tidak ada awan rendah sama sekali. Dengan begitu, penguapan di darat malam hari tidak dipantulkan ke permukaan bumi, melainkan terus menguap ke atmosfer,” jelasnya.
Dia mengungkapkan fenomena cuaca seperti saat ini terjadi pada musim kemarau. Suhu udara di Sultra bahkan bisa lebih rendah saat puncak musim kemarau yang diprediksi Agustus sampai Oktober 2025.
“Puncak musim kemarau di Sultra itu Agustus – Oktober 2025,” ungkapnya.
