Sultra Bidik 1 Juta Ton Gabah 2026, Andalkan 2 Kali Tanam dan Cetak 14.050 Hektare Sawah Baru
Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) menembus 1 juta ton pada 2026. Target itu akan ditempuh dengan mendorong peningkatan indeks tanam, optimalisasi lahan, hingga pembukaan ribuan hektare sawah baru di 17 kabupaten/kota.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Sultra, Muhammad Taufik, mengatakan capaian tersebut membutuhkan kerja kolektif, terutama dari daerah sentra produksi seperti Kolaka, Kolaka Timur (Koltim), Konawe, Konawe Selatan (Konsel), dan Bombana.
“Di tahun 2026, kita menargetkan produksi gabah kering giling mencapai 1 juta ton. Ini tentu perlu kerja ekstra untuk semua stakeholder, khususnya Dinas Pertanian di kabupaten dan kota,” ujar Taufik, Senin (9/2/2026).
Salah satu kunci yang digenjot adalah peningkatan indeks penanaman. Pemerintah menargetkan peningkatan menjadi dua kali tanam.
“Kalau itu bisa kita tingkatkan menjadi dua kali tanam dalam satu tahun, maka kita bisa sangat terbantu untuk meningkatkan produksi padi kita,” jelasnya.
Selain indeks tanam, tata kelola pupuk menjadi perhatian serius. Menurutnya, pemupukan optimal untuk padi dilakukan tiga kali, minimal dua kali dalam satu musim tanam. Namun di lapangan, masih ada petani yang hanya menebus 50 persen kebutuhan pupuk.
“Kalau petani hanya menebus pupuknya 50 persen, berarti dia hanya memupuk satu kali,” katanya.
Pengendalian hama dan penyakit juga disiapkan melalui penyediaan pestisida, guna menekan potensi gagal panen. Di sisi lain, pemerintah mulai mendorong penggunaan benih unggul bersertifikat, termasuk benih lokal Sanggole Sultra yang telah diluncurkan.
“Kita juga sudah melaunching benih Sanggole Sultra. Ini akan kami salurkan ke petani agar mereka menggunakan benih unggul bersertifikat,” ujarnya.
Upaya lain yang ditempuh yakni perbaikan dan optimalisasi sawah yang tidak lagi produktif, pembenahan jaringan irigasi, hingga perluasan areal tanam melalui program cetak sawah baru.
Pada 2026, Sultra menargetkan cetak sawah baru seluas 14.050 hektare. Jika digabungkan dengan realisasi 2025, total tambahan lahan sawah dalam dua tahun terakhir mencapai lebih dari 20 ribu hektare, dengan sebaran di seluruh 17 kabupaten dan kota.
