Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Sungai di Wawonii Sempat Keruh Akibat Hujan, PT GKP Lakukan Pemulihan Air Bersih Warga

0
0
PT GKP saat meninjau pasokan air bersih. Foto: Istimewa.

Konawe Kepulauan – Akhir-akhir ini masyarakat di Kepulauan Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan sempat resah karena sungai di beberapa desa di wilayah Rokoroko Raya tercemar karena intensitas hujan yang tinggi. Akibatnya, sumber air bersih masyarakat kian menipis, seperti di dua desa yakni Desa Sukarela dan Desa Dompo dengan sumber mata air yang sama, mengalami kekeruhan.

Melihat kondisi tersebut, PT Gema Kreasi perdana (GKP), perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Pulau Wawonii, segera melakukan berbagai langkah penanganan agar masyarakat di dua desa tersebut bisa terus mendapatkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

“Langkah pertama yang kita lakukan adalah memenuhi kebutuhan air bersih warga dengan memasok air bersih ke rumah-rumah warga menggunakan water truck. Dari pagi hingga malam hari, water truck akan berkeliling ke rumah-rumah warga dan membagikan air bersih,” kata Koordinator Humas PT GKP Marlion dalam keterangan resminya, Senin (15/5/2023).

PT GKP memasok air bersih ke tandon-tandon warga sekitar. Foto: Istimewa.

Langkah penanganan lain, lanjut Marlion adalah dengan membersihkan bak penampung air. Water truck akan mengisi bak penampung yang selanjutnya dialirkan ke rumah warga mengikuti jalur pipa yang selama ini dipergunakan masyarakat.

Ia menuturkan upaya lain yang juga dilakukan perusahaan yakni membuat sumur bor bersama masyarakat. Air dari sumur bor ini kemudian dialirkan ke pipa-pipa yang juga selama ini dipakai masyarakat.

Dalam pengerjaan sumur bor ini, lanjut pria kelahiran Rokoroko ini, air ditampung di tandon air sebanyak empat buah dengan kapasitas lima ribu liter per tandon. Dari tandon air tersebut, air dialirkan ke pipa eksisting yang selama ini dipergunakan warga di dua desa tersebut.

Kegiatan pemulihan air bersih ini, melibatkan pemerintah desa dan masyarakat sekitar. Berbagai upaya pemulihan air bersih ini juga sebagai langkah antisipasi curah hujan tinggi yang juga masih akan terus turun di masa-masa mendatang.

Kepala Desa Sukarela Jaya Samaga menuturkan masalah air ini adalah masalah yang sangat vital, sehingga perlu melakukan antisipasi dan mencari jalan alternatif agar kebutuhan air bersih warga tidak kekurangan.

Dengan melakukan berbagai upaya preventif dan alternatif sumber air bersih, dia berharap ke depan, saat memasuki musim hujan, sudah ada alternatif yang siap mensubstitusi sumber air yang biasa dipergunakan warga.

“Alhamdulillah, dengan berbagai upaya yang dilakukan bersama perusahaan, kebutuhan air bersih masyarakat dalam beberapa hari ini sudah kembali bersih dan bisa terpenuhi. Mohon semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh dengan beredarnya informasi di luar sana yang tidak menggambarkan kondisi terkini di desa. Kondisi aktivitas di desa pun tetap berjalan normal,” tuturnya.

Sementara tokoh masyarakat setempat Subardi mengungkapkan sebenarnya air sungai yang kerap keruh sudah ada sejak dulu sebelum perusahaan tambang itu hadir. Ia mengatakan setiap musim hujan datang, maka sumber air warga kerap keruh.

“Bahwa setiap tahun sebelum masuknya tambang ketika terjadi musim hujan air sungai Kaloba selalu keruh, jadi bukan baru saat ini saja,” ungkapnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: