Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Survei SSGI 2022, Angka Stunting Kota Kendari Terendah se-Sultra

Survei SSGI 2022, Angka Stunting Kota Kendari Terendah se-Sultra
Ilustrasi bayi. Foto: Pixabay.

Kendari – Lembaga Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mengeluarkan data prevalensi stunting untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2022. Di mana dari data tersebut angka stunting di Kota Kendari menjadi yang terendah dibanding kabupaten/kota lain di Bumi Anoa.

Angka stunting di Kota Kendari yakni sebesar 19,5 persen, angka ini menurun dari tahun 2021 lalu yang dengan prevalensi kasus sebesar 24 persen.

Sebelumnya Penjabat (Pj.) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, agar serius dan fokus melakukan upaya penanganan kasus stunting di Kota Kendari.

“Tahun 2023 Pemerintah Kota Kendari menargetkan angka stunting menjadi 15 persen,” katanya, Jumat (27/1/2023).

Berdasarkan data E-PPGBM puskesmas bulan Agustus menyebutkan, tren prevalensi (jumlah keseluruhan) balita stunting tahun 2020 – 2022 yaitu Kecamatan Puuwatu dengan prevalensi tertinggi pada tahun 2020 yakni 8,8 persen, disusul Kecamatan Kendari Barat dengan prevalensi 8,7 persen dan Kecamatan Wuawua dengan prevalensi 5,0 persen. Pada tahun 2021 terjadi pergeseran di mana prevalensi stunting tertinggi terjadi di Kecamatan Kendari Barat sebesar 2,2 persen, disusul Kecamatan Kendari sebesar 1,8 persen dan Kecamatan Puuwatu 1,5 persen.

Pada tahun 2022 prevalensi tertinggi terjadi di Kecamatan Kendari sebesar 2,7 persen, disusul Kecamatan Kendari Barat 2,6 persen dan di urutan ketiga ada Kecamatan Abeli dan Kecamatan Wuawua masing-masing sebesar 2,3 persen. Jadi terdapat 5 kecamatan dengan angka prevalensi stunting tertinggi tahun 2020 – 2022 yaitu Kecamatan Puuwatu, Kendari Barat, Kendari, Wuawua, dan Abeli.

Baca Juga:  Pj. Wali Kota Kendari Bakal Tindak Tegas ASN yang Terlibat Judi Online

Sedangkan data tren perkembangan jumlah balita stunting tahun 2020 – 2022 menunjukkan bahwa jumlah balita stunting di Kota Kendari rata-rata mengalami penurunan dari tahun 2020 ke tahun 2021 yaitu 466 orang menjadi 227 orang, tetapi mengalami peningkatan di tahun 2022 yaitu 365 orang.

Beberapa kecamatan dengan jumlah balita stunting tertinggi tahun 2022 adalah Kecamatan Kendari Barat, Kendari, dan Puuwatu. Tetapi terdapat 3 kecamatan yang mengalami penurunan jumlah balita stunting dari tahun 2020 – 2022 yakni Kecamatan Mandonga, Baruga, dan Kadia.

Data itu menegaskan sebaran jumlah balita stunting yang meningkat, menunjukkan masih tingginya masalah gizi dan faktor determinan pada balita yang ditemui di wilayah tersebut dan perlu terus dilakukan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten