Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Tak Bisa Pecahkan Penyebab Kematian Tahanannya, Polda Sultra Didesak Copot Kapolres Muna

Tak Bisa Pecahkan Penyebab Kematian Tahanannya, Polda Sultra Didesak Copot Kapolres Muna
Aksi unjuk rasa keluarga korban dengan membakar ban di depan Mapolda Sultra. Foto: Istimewa. (18/7/2022).

Kendari – Keluarga dari tahanan di Kepolisian Resor (Polres) Muna yang meninggal dunia menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (18/7/2022). Keluarga korban mendesak agar Kapolres Muna, AKBP Mulkaifin dicopot dari jabatan setelah tidak bisa memecahkan penyebab kematian tahanan bernama Amis Ando (42).

Jenderal Lapangan, Jafir Halim menilai, Kapolres Muna tak bisa mempertanggungjawabkan serta menjelaskan penyebab kematian korban. Pasalnya, saat dibawa ke kantor kepolisian, pria yang akrab disapa La Amis itu dalam keadaan sehat. Namun hanya dalam waktu beberapa jam di sana, korban meninggal dunia dengan penyebab kematian yang hingga saat ini tidak beberkan.

“Beberapa hari sebelum autopsi, Kapolres Muna, AKBP Mulkaifin menyampaikan ke publik bahwa Amis Ando meninggal dunia dalam keadaan wajar tanpa penganiayaan. Kemudian usai dilakukan autopsi tanggal 7 Mei 2022 kemarin, tapi sampai saat ini Kapolres Muna tidak menyampaikan hasilnya kepada keluarga korban dan publik,” ujar Jafir dalam aksinya di depan gerbang Mapolda Sultra.

Jenazah La Amis atau Amis Ando, warga yang meninggal dunia saat diamankan di Polres Muna.
Jenazah La Amis atau Amis Ando, warga yang meninggal dunia saat diamankan di Polres Muna. Foto: Istimewa. (4/5/2022).

Ketidakterbukaan informasi itu membuat keluarga dan masyarakat menduga bahwa adanya tindakan penganiayaan yang diterima korban dari oknum kepolisian.

Polda Sultra pun menjadi sorotan para massa aksi, sebab terkesan menutupi kasus ini. Karena tak ada satu pun dari mereka yang bisa memberikan penjelasan atas penyebab kematian korban.

“Sekarang masih penyelidikan, prosesnya masih berlangsung. Bagaimana mungkin Kapolres Muna menyimpulkan bahwa korban Amis Ando meninggal dalam keadaan wajar, padahal hasil pemeriksaan belum ada, kenapa sudah disimpulkan,” terangnya.

Baca Juga:  Besok, Polisi Periksa Kadis Bapenda Sultra Sebagai Tersangka Penganiayaan

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sultra, AKBP I Wayan Riko Setiawan mengatakan, dalam kasus meninggalnya seorang tahanan di Polres Muna ini pihaknya belum bisa membeberkan penyebab kematiannya.

Saat ini pihaknya sedang mengumpulkan keterangan dari 8 orang polisi yang bertugas di Polres Muna, 6 orang keluarga korban serta saksi dua saksi ahli dari Dokter Forensik dan Patologi.

“Saksi ahli yang melakukan autopsi jenazah Amis Ando akan dimintai keterangan, untuk menjelaskan hasil autopsi agar penyebab kematian Amis Ando itu dapat terungkap,” papar Riko.

Ia mengatakan, Ditreskrimum Polda Sultra akan bekerja secara profesional untuk mengungkap kasus kematian misterius yang telah bergulir selama dua bulan terakhir.

“Saya komitmen akan mengusut tuntas kasus ini. Percayakan sama kami dan doakan agar semua penyelidikan ini bisa berjalan lancar,” pungkasnya.

Sebelumnya, pria bernama Amis Ando itu diamankan oleh Polres Muna setelah dilaporkan oleh salah seorang warga di Kelurahan Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna bernama Wa Halu karena merasa diancam, Selasa (3/5).

Polisi pun mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan pria yang akrab disapa La Amis itu ke Polres Muna sekitar pukul 21.00 WITA dengan kondisi dalam pengaruh alkohol.

Saat tiba di kantor polisi, korban tertidur dan terbangun kemudian mengamuk hingga membuat kegaduhan. Namun tindakan itu bisa ditangani oleh petugas yang berjaga.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 3,5 Guncang Kendari, Terasa hingga Konawe

Lalu, sekitar pukul 05.00 WITA usai buang air besar, La Amis mengeluhkan sakit pada bagian kepala yang kemudian pingsan tak sadarkan diri. Petugas piket Reskrim Polres Muna pun langsung membawa korban ke rumah sakit. Namun nahas, usai mendapat penanganan medis, sekitar pukul 08.30 WITA pria berusia 42 tahun itu dinyatakan meninggal dunia.

Tetap terhubung dengan kami:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan Konten