Kendariinfo

Media Milenial Sultra

URL Berhasil Disalin
Terkini

Tak Punya Pelabuhan Memadai, Penumpang Tol Laut di Wakatobi Harus Dijemput di Tengah Laut

0
0
Suasana saat transit dari kapal tol laut ke kapal kecil milik masyarakat di Kabupaten Wakatobi. Foto: Tangkapan layar.

Wakatobi – Beredar video yang memerlihatkan proses penjemputan penumpang kapal tol laut di tengah perairan dalam Wakatobi. Hal ini diduga terjadi karena daerah yang dilalui kapal tol laut tersebut tidak memiliki pelabuhan yang memadai.

Video yang diunggah oleh akun Instagram Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Sulawesi Tenggara (Sultra), Hugua (@hugua) memerlihatkan ratusan penumpang kapal terpaksa harus menggunakan kapal kecil untuk bisa sandar ke daratan.

“Begini risiko penumpang untuk naik dan turun kapal tol laut di Pulau Tomia dan Binongko, Kabupaten Wakatobi,” tulis Hugua, Sabtu (20/5/2023).

Suasana saat transit dari kapal tol laut ke kapal kecil milik masyarakat di Kabupaten Wakatobi. Foto: Tangkapan layar.

Dalam unggahannya, Hugua meminta agar Kementerian Perhubungan hingga Presiden Jokowi untuk bisa membuatkan pelabuhan terkhusus di kedua pulau tersebut agar nantinya tidak ada korban yang berjatuhan.

“Sebelum berjatuhan korban jiwa, saya meminta kepada @kemenhub151 untuk membangun pelabuhan yang nyaman bagi penumpang. @jokowi,” lanjutnya dalam takarir Instagram @hugua.

Saat dikonfirmasi awak media, Hugua menjelaskan kapal tol laut tersebut hanya bisa sandar di Wangiwangi, karena hanya daerah itu yang memiliki pelabuhan yang memadai untuk wilayah Wakatobi. Selebihnya harus transit dari tengah laut dalam.

“Untuk wilayah Wakatobi, kapal tol laut itu hanya di Wangiwangi yang memungkinkan kapal untuk sandar,” katanya, Sabtu (20/5/2023) malam.

Sementara untuk wilayah lain yaitu, Pulau Kaledupa, Tomia, dan Binongko tidak memungkinkan untuk menyandarkan kapal tol laut karena tidak ada fasilitas dermaga yang bisa melayani kapal tersebut.

“Tiga daerah ini tidak bisa dilayani karena pelabuhannya ngga cukup, maka mereka (kapal tol laut) harus melepas penumpangnya di lautan dalam. Jadi berlabuh di laut dalam dan dijemput oleh kapal-kapal kecil milik masyarakat,” jelasnya.

Hal ini dirasa sangat mengkhawatirkan apalagi jika terjadi cuaca buruk, pastinya akan menjadi sangat berisiko bagi keselamatan para penumpang.

Keberadaan tol laut menurut Hugua memang sangat penting apalagi bisa membantu masyarakat. Hanya saja jika fasilitas pendukung seperti pelabuhan tidak bisa disiapkan maka hal ini bisa menjadi masalah baru yang timbul.

“Saya meminta Kementerian Perhubungan untuk melengkapi dengan jembatan yang tidak terlalu mahal. Tinggal jembatan yang sudah ada untuk dilengkapi. Jembatankan sudah ada, tapi tidak memadai dan tidak didesain untuk kapal besar,” pungkasnya.

Editor Kata
Bagikan berita ini:
Tetap terhubung dengan kami: