Tekan Risiko Kriminalitas, Pemkab Buteng Hapus Acara Joget di Festival Kande Kandea 2026
Buton Tengah – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) sepakat tidak menyertakan acara joget pada Festival Kande Kandea 2026 yang akan diselenggarakan di Kelurahan Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu, Kabupaten Buteng, Sulawesi Tenggara (Sultra). Festival direncanakan akan diadakan selepas Idulfitri 1447 Hijriah.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buteng, Azhari, berdasarkan hasil rapat bersama jajaran penyelenggara pemerintahan di Kecamatan Sangia Wambulu, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, hingga pemerintah desa, pada Rabu (25/2/2026).
Budaya joget dinilai memicu tingginya tindak kriminalitas yang dapat menyebabkan perpecahan di kalangan masyarakat. Pemberhentian acara joget yang telah dilakukan sejak Juli 2025 itu dinilai berhasil menekan tindakan tidak terpuji di wilayah tersebut.
“Salah satu penyakit dari Kota Santri, Kota Budaya, Kota Industri ini adalah kriminalitas. Salah satu penyebabnya kalau kita lihat di daerah kita, yaitu joget, minuman keras. Itu semua penyebab terjadinya anak-anak baku pukul, baku tikam, baku gosok antarkampung. Beberapa bulan terakhir kita sepakati tidak ada joget, alhamdulillah makin turun angka kriminalitas kita,” jelas Azhari, Rabu (25/2).
Penambahan acara joget dalam festival adat tersebut dinilai tidak sesuai dengan warisan budaya dan jati daerah setempat, yang namanya diambil dari nama ulama besar Masjid Agung Keraton Buton, Sangia Wambulu
“Itu tidak sesuai dengan budaya yang kita bawa. Beliau adalah ulama besar. Seorang ulama tidak mungkin membiarkan joget karena itu mengumbar aurat dan memancing keributan. Jadi, pelan-pelan kita geser,” ungkap Azhari.
Azhari menyatakan Pemkab Buteng akan tetap mengadakan Festival Kande Kandea dengan sangat meriah dan khidmat. Acara yang dihilangkan akan diganti dengan perlombaan-perlombaan dari hasil rapat perangkat desa bersama masyarakat.
“Dalam kesepakatan rapat kita di sini, Festival Kande Kandea tahun ini tetap kita adakan sesemarak mungkin, sekhidmat mungkin. Kita ganti dengan acara lain. Bisa diadakan lomba tingkat kabupaten di Kecamatan Sangia Wambulu. Penutupannya nanti setelah lebaran. Silahkan dirapatkan kepala desa dan masyarakat,” pungkasnya.
