Teknisi Handphone Kendari Ikut CGC Asian Cup 2026, Siap Hadapi Tantangan Bongkar Chipset iPhone
Kendari – Teknisi handphone asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Ahmad Sopian (34), terpilih mengikuti CPU Circuit Global Championship (CGC) Asian Cup Qualifier 2026 dan siap menghadapi tantangan perbaikan iPhone, termasuk pelepasan serta pemasangan chipset.
Ahmad menjadi salah satu dari tiga peserta yang akan mewakili Kota Kendari dalam ajang tersebut. Sebelum terpilih, terdapat lima teknisi handphone dari Kota Kendari yang mengikuti tahapan seleksi.
“Untuk wilayah Kota Kendari sendiri, jumlah teknisi yang memiliki spesialisasi di bidang Apple Product memang belum terlalu banyak. Dalam proses awalnya ada sekitar lima orang peserta dari Kota Kendari yang mengikuti tahapan seleksi,” kata Ahmad kepada Kendariinfo, Rabu (23/9/2026).
Ahmad mengatakan keikutsertaannya dalam CGC kali ini merupakan yang kedua. Sebelumnya, ia mendapat penunjukan dari panitia penyelenggara untuk wilayah Jayapura, Papua, sebagai salah satu kandidat yang mewakili daerah tersebut.
Menurut Ahmad, proses seleksi mempertimbangkan pengalaman kerja dan kemampuan teknis peserta. Tahapan tersebut dimulai dari penilaian pengalaman, penunjukan, kualifikasi, hingga tahapan final yang akan berlangsung di Jakarta pada 25 – 26 September 2026.
Kompetisi tersebut menguji ketepatan, ketelitian, dan kecepatan teknisi dalam melakukan perbaikan iPhone. Salah satu tantangan teknis yang dihadapi peserta ialah pelepasan dan pemasangan chipset, khususnya CPU.
“Teknisi bukan hanya dituntut untuk bisa mengerjakan, tetapi juga harus mampu bekerja dengan cepat, tepat, dan tetap menjaga kualitas pekerjaan,” ujarnya.
Ahmad mengaku telah mempersiapkan kemampuan teknis, ketelitian, kecepatan, serta mental untuk menghadapi tekanan selama kompetisi. Ia menyebut rasa gugup dan tremor menjadi tantangan yang perlu dikendalikan karena pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian tinggi.
“Karena pekerjaan yang dilakukan membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi, kondisi mental dan kestabilan tangan tentu sangat berpengaruh. Jadi saya harus berusaha menjaga fokus dan ketenangan agar rasa nervous tersebut tidak mengganggu pekerjaan,” tuturnya.
Bagi Ahmad, CGC menjadi ajang untuk membuktikan kompetensi teknisi sekaligus memperluas jaringan dan membangun personal branding. Ia bersama dua peserta lainnya menargetkan hasil terbaik serta ingin menunjukkan kemampuan teknisi handphone dari Kota Kendari dapat bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa teknisi dari Kota Kendari juga memiliki kemampuan dan bisa bersaing di tingkat yang lebih luas,” katanya.
Ahmad berharap profesi teknisi makin dipandang sebagai pekerjaan profesional yang membutuhkan ilmu, keterampilan, ketelitian, pengalaman, dan tanggung jawab.
Ia menilai ajang seperti CGC dapat menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan teknisi sekaligus memperkenalkan sisi profesional profesi tersebut kepada masyarakat.
